16 Bus BTS Trans Manado Resmi Beroperasi di Dua Koridor

Manado3376 Dilihat

MANADO –  Program Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Kota Manado dalam hal ini Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota, dr Richard Sualang melalui Dinas Perhubungan Kota Manado resmi meluncurkan layanan angkutan
massal berbasis jalan dengan skema Buy The Service (BTS) di Mall Pelayanan Publik (MPP), Rabu (19/11/25).

(Foto: nny)

Launching ini menandai dimulainya layanan operasional transportasi publik modern yang diharapkan mampu
meningkatkan kualitas mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat peran pemerintah kota dalam menyediakan sarana transportasi yang aman, nyaman, serta berkualitas bagi
masyarakat.

(Foto: nny)

Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw, yang turut melakukan rangkaian seremoni
simbolik yang menandai dimulainya layanan BTS, termasuk pelepasan perdana armada dan juga melakukan peninjauan terkait fasilitas bus.

Kehadiran walikota menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota Manado dalam mempercepat perbaikan sektor
transportasi publik dan menghadirkan layanan yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Usai prosesi peluncuran, sejumlah armada langsung diberangkatkan dari Mall Pelayanan Publik untuk ditampilkan secara resmi kepada masyarakat Kota Manado.

Bus-bus BTS tampil dengan desain modern dengan fasilitas yang ramah penumpang, seperti AC, kursi argonomis, sistem pembayaran terkini, serta teknologi real-time tracking.

Pada tahap awal operasional, layanan BTS di Kota Manado melayani dua koridor utama:
• Rute Koridor 1 — Terminal Malalayang – Terminal Kalimas, Terminal Malalayang – Simpang Tiga Manibang – Poltekkes – St. Theresia – SDN Malalayang – GMIM Sion – Immanuel Bahu – Star Square – Patung Wolter – Monginsidi – Taman Berkat – Mantos –
MTC – Megamall – Golden Besar – Patong Worang – Terminal
Kalimas.

Rute Koridor 2 — Terminal Kalimas – Bandara Sam Ratulangi Terminal Kalimas – D.I. Panjaitan – St. Ignatius – Variasi – Kantor Walikota – Solagratia Tikala – Dishub Provinsi – Gereja Siloam- PDAM Manado 1 TMP 1 – Gereja PNIEL – Solagratia Kairagi – Lippo 1 – Kayuwatu 1 – Transmart 1 – Tamansari 1  Freshmart Paniki – GK Yesus Gembala Baik 1 – SMP 10 1 – BKN 1 – Tugu Adipura – SD 54 Lapangan – Bandara Internasional Sam Ratulangi.

Wali Kota Manado Andrei Angouw menegaskan bahwa hadirnya layanan
BTS merupakan langkah besar menuju sistem transportasi publik
yang lebih tertib, dengan harga terjangkau, dan berkelanjutan.

“Apresiasi atas dukungan Kementerian
Perhubungan serta seluruh pihak yang terlibat, sembari menekankan bahwa Pemerintah Kota akan terus mengawal kualitas layanan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” harap Angouw.

Dengan resmi beroperasinya layanan Buy The Service ini, Pemerintah Kota Manado berharap dapat mengurangi kemacetan, meningkatkan konektivitas antar wilayah, dan mendorong
masyarakat untuk beralih ke moda transportasi umum yang lebih modern dan efisien

Diketahui, Pemerintah Kota Manado resmi melaunching Angkutan Umum massal skema ” Buy The Service”(BTS) dengan 16 armada yang akan beroperasi di dua koridor

Bus ini akan melayani masyarakat Kota Manado di dua rute yaitu koridor 1 Terminal Malalayang-Terminal Kalimas dengan 8 armada sedangkan untuk Koridor 2  Terminal Kalimas- Bandara Samratulangi dengan 6 armada dan 2 armada sebagai cadangan.

Bus BTS merujuk pada layanan Bus Buy The Service (BTS), yaitu program transportasi umum perkotaan yang disubsidi oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Program ini melibatkan pembelian layanan dari operator untuk menyediakan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Skema ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan angkutan umum, mengurangi kemacetan, dan mendorong beralihnya masyarakat dari kendaraan pribadi.

Cara kerja dan tujuan Skema Subsidi: Pemerintah pusat menanggung biaya operasional di tahap awal, sementara masyarakat membayar tarif yang terjangkau, dengan harapan pemerintah daerah dapat melanjutkan program secara mandiri setelah masa subsidi berakhir.

Tujuannya neningkatkan kualitas, ketersediaan, dan keterjangkauan transportasi publik di perkotaan.
Dampaknya nengurangi kemacetan dan emisi gas buang dengan mendorong penggunaan angkutan umum.

Contoh layanan dan implementasi
Layanan di Berbagai Kota: Program BTS telah diterapkan di berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung, Medan, Bali, Banjarmasin, Surabaya, Makassar, Surakarta, Banyumas, Balikpapan, dan Palembang dan Manado yang baru saja dilaunching. (nny)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP