MANADO – Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, menghadiri Ibadah Pencanangan Pesta Seni Remaja (PSR) Sinode GMIM 2026 yang dirangkaikan dengan launching logo resmi PSR yang digelar di GMIM Bukit Moria Rike (Bumorik), Senin (11/05/26).
Kehadiran Penatua Richard Sualang yang akrab disapa Kak Icad di kalangan remaja GMIM sekaligus sebagai Ketua Umum Panitia PSR Sinode GMIM 2026.
Dalam sambutannya, Kak Icad menegaskan pentingnya kerja sama dalam setiap pelayanan gereja.
“Saya selalu bersukacita melaksanakan kegiatan gereja karena ada kerja sama yang baik. Kalau tidak ada kerja sama, jadinya seperti menara Babel,” ujarnya.
Richard juga menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan PSR memiliki tujuan yang sama, yakni memuliakan nama Tuhan.
“Saya bersyukur komunikasi dan koordinasi berjalan baik. Terima kasih untuk seluruh BPMJ di 14 jemaat yang sudah mau menerima 2–3 lomba di tempat mereka,” tambahnya.
PSR Sinode GMIM 2026 akan dilaksanakan di 14 jemaat yang berada di dua wilayah yaitu Wilayah Manado Tenggara dan Wilayah Manado Selatan
Pada kesempatan tersebut, Kak Icad secara resmi memimpin pencanangan PSR 2026, menandai bahwa seluruh rangkaian kegiatan siap digelar.
Ia juga mengumumkan tema besar PSR tahun ini yaitu Reach Beyond The Stage “Menjangkau Melampaui Panggung”
Tema ini mengandung makna bahwa panggung bukanlah tujuan akhir dari talenta dan kreativitas yang Tuhan berikan kepada remaja, melainkan menjadi sarana untuk menjangkau lebih luas melalui kesaksian hidup, pelayanan, dan karya yang memuliakan Tuhan.
“Reach Beyond The Stage, yang menggambarkan semangat remaja untuk menghadirkan karya dan iman yang melampaui sekadar panggung,” ujarnya.
Sebelum pencanangan, ibadah dipimpin oleh Ketua BPMJ GMIM Bukit Moria Rike, Pdt. Julien Saisab Rotty, S.Th, dengan pembacaan 1 Korintus 1:18–31 dan 2:1–5.
Dalam khotbahnya, Pdt. Julien mengingatkan bahwa iman Kristen tidak boleh bertumpu pada hikmat manusia, tetapi pada kuasa Allah.
Ia menegaskan bahwa hikmat Allah meliputi pemahaman, pengertian, kecerdasan, dan kepandaian yang semuanya berasal dari Tuhan.
“Jahat harus dibalas dengan kebaikan. Yesus mengajarkan bahwa dengan berbuat demikian, kita menaruh bara api di kepala orang yang berbuat jahat,” ungkapnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Pdt. Priskila Solang Tampemawa, S.Th, Ketua BPMW GMIM Manado Tenggara, Pdt. Novita Rende-Kaligis, S.Th, Ketua BPMW GMIM Manado Selatan.
Pimpinan Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM, Para BPMJ, panitia, dan para remaja dari dua wilayah. (*)
