TALAUD – Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke Harry Langie, berkunjung di Daerah Kabupaten KepulauannTalaud terkait dengan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Wilayah Kecamatan Essang, Selasa (8/4/2025) tiba di Bandara menggunakan Pesawat Komersil Pukul 11.30 Wita
Adapun Kedatangan Kapolda bersama rombongan disambut oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud bersama jajaranya secara adat istiadat setempat
Dalam agenda tersebut Kapolda dan rombongan langsung menuju Kecamatan Essang untuk memantau secara langsung dilapangan terkait kesiapan awal sampai berakhirnya proses pemungutan suara ulang tersebut.
Kunjungan ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kelancaran proses PSU, sekaligus memberikan arahan kepada pasukan pengamanan yang bertugas di lapangan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung stabilitas keamanan di Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Talaud dalam hajatan pemilihan bupati dan wakil bupati talaud hasil putusan Mahkama Konstitusi yang lalu.
Kapaldo Sulut dalam Giat apel persiapan pengamanan pelaksanaan PSU mengatakan “Besok Rabu 9 April 2025 akan dilaksanakan PSU berdasarkan keputusan MK. Karena itu, pengamanan dalam pelaksanaannya menjadi hal yang sangat penting untuk menjamin demokrasi berjalan aman dan lancar,” ucap Langie
Ia pun menegaskan kepada pihak pengamanan baik TNI, Polri dan juga polisi Pamong Praja (Satpol PP) bahwa PSU, Kapolda berucap ” ini merupakan tindak lanjut dari keputusan MK hal ini merupakan produk hukum tertinggi dan wajib dilaksanakan oleh semua pihak”
Dalam apel tersebut Langie juga menjelaskan kehadiran dirinya di Talaud merupakan bagian dari tanggung jawab dalam rangka pengecekan langsung kesiapan personil pengamanan khususnya dari unsur TNI dan Polri untuk mengingatkan seluruh aparat agar menjunjung tinggi netralitas serta berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) dalam tahapan pengmanan dengan memperhatikan empat hal penting disampaikan yang sangat krusial untuk diperhatikan yaitu :
Pertama, pengamanan terhadap orang yaitu memastikan seluruh individu yang terlibat dalam proses PSU, baik penyelenggara maupun pemilih, dalam kondisi aman.
Kedua, pengamanan barang yang meliputi logistik pemilu seperti kotak suara, surat suara, alat peraga, dan peralatan lainnya yang berada di sekitar TPS.
Ketiga, pengamanan kegiatan mulai dari proses pendaftaran, pemungutan suara, hingga pemilih kembali ke rumah harus berlangsung aman dan tertib.
Keempat, pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) juga menjadi perhatian utama, termasuk pengawasan terhadap orang yang keluar masuk.
Langie menegaskan bahwa hanya warga yang memiliki hak pilih sesuai Undang-Undang yang boleh berada di dalam area TPS. Di luar itu, tidak diperkenankan masuk demi menjaga integritas pelaksanaan PSU.
Lanjut langie menegaskan pula, bahwa “netralitas TNI dan Polri adalah harga mati Ini selalu disampaikan oleh pimpinan tertinggi hingga ke level Polres dan Kodim. Jangan sampai ada pelanggaran,”
Terkait pola pengamanan, Kapolda menyebutkan bahwa setiap TPS memiliki potensi kerawanan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dalam satu TPS akan diterjunkan enam personel, terdiri dari empat anggota Polri dan dua anggota TNI.
Hingga Apel tersebut berakhir dengan lancar aman dan terkendali terpantau pula dalam pelaksanaan apel tersebut dalam rombongan kapolda Kepala Kesbangpol Provinsi Sulut Jhony Suak
juga bersama hadir Pj Bupati Talaud yang diwakili Sekretaris Daerah Dr. Yohanis Kamagi bersama ketua DPRD Talaud Angelbertus Tatibi. Apel tersebut berlangsung aman dan terkendali dan dilanjutkan dengam pengecekan lokasi Tempat Pemungutam Suata (TPS). (yan)






