Katabrita – Suara aneh dari CVT hingga getaran tidak wajar saat berkendara bisa jadi pertanda V-belt bermasalah. AHASS mengimbau pengguna sepeda motor matik untuk mewaspadai gejala tersebut guna mencegah kerusakan lebih lanjut pada sistem transmisi.
V-belt yang bermasalah tak hanya menurunkan kenyamanan berkendara, tapi juga dapat memicu kerusakan pada komponen lain seperti pulley. Oleh karena itu, pengguna motor matik perlu memahami gejala awal V-belt aus atau rusak.
Berikut beberapa tanda V-belt bermasalah yang patut diwaspadai:
- Suara Berisik dari CVT
Bunyi “krek-krek” atau decitan bisa menandakan V-belt retak atau bergesekan dengan pulley secara tidak normal. - Getaran Tidak Wajar
Terutama terasa saat motor baru mulai bergerak, getaran ini bisa mengindikasikan posisi atau elastisitas V-belt tidak lagi ideal. - Performa Menurun
Motor terasa berat atau tidak responsif saat akselerasi, meskipun gas diputar penuh.
Jika gejala tersebut muncul, pengguna disarankan segera membawa kendaraannya ke bengkel resmi.
Ridwan Suwandie, Technical Service Dept Head PT. Daya Adicipta Wisesa (DAW), menyampaikan bahwa AHASS menyediakan pemeriksaan V-belt dengan alat ukur khusus yang mampu mendeteksi kerusakan lebih akurat dibanding pengecekan visual biasa.
“Kami di AHASS menggunakan alat ukur khusus untuk memeriksa kondisi V-belt, bukan sekadar dilihat sekilas. Perawatan preventif dan penggantian tepat waktu bisa menghemat biaya servis jangka panjang sekaligus memastikan keselamatan berkendara,” jelas Ridwan.
Dengan deteksi dini dan perawatan tepat, pengguna skutik dapat terhindar dari kerusakan mendadak di jalan. AHASS hadir sebagai solusi terpercaya dengan layanan profesional, suku cadang asli, dan teknisi bersertifikat. Jangan tunggu hingga terlambat, segera periksa kondisi V-belt Anda secara berkala di AHASS terdekat.
(*/in)






