MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus, SE menegaskan bahwa gelar Duta Generasi Berencana (GenRe) tidak boleh dipandang sekedar sebagai prestasi dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, para duta diharapkan mampu tampil sebagai teladan dan agen perubahan yang aktif di tengah masyarakat, khususnya kalangan remaja.
Penegasan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis Gubernur Sulawesi Utara pada acara Konsultasi dan Koordinasi Teknis Mitra Kerja Apresiasi Duta GenRe Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 Tahap Grand Final.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara ini berlangsung di Graha Bumi Beringin, Manado, pada Jumat (14/8/2026).
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara, yang mewakili Gubernur.
Dalam pesannya, Gubernur menekankan bahwa Grand Final Apresiasi Duta GenRe bukan hanya ajang mencari figur terbaik di atas panggung, melainkan ruang strategis untuk melahirkan pemuda-pemudi berkarakter, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta keberanian untuk menjadi motor penggerak perubahan.
“Duta GenRe bukan sekadar gelar. Duta GenRe harus hadir di tengah generasinya sebagai teladan, sebagai suara, dan sebagai penggerak perubahan,” tulis Gubernur dalam sambutannya.
Gubernur menyoroti tantangan kompleks yang dihadapi generasi muda saat ini. Di satu sisi, kemajuan teknologi dan arus informasi membuka peluang kreativitas yang luas. Namun di sisi lain, hal ini menuntut kemampuan anak muda untuk membuat pilihan hidup yang cerdas, bertanggung jawab, dan terencana.
Para calon Duta GenRe didorong untuk tidak terjebak pada kegiatan seremonial belaka. Mereka diminta turun langsung menjangkau teman sebaya melalui berbagai kanal, mulai dari sekolah, kampus, komunitas, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), hingga ruang digital.
Pemanfaatan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan platform lainnya dinilai krusial untuk menyebarkan pesan positif mengenai perencanaan kehidupan dengan pendekatan yang kreatif dan relevan dengan gaya hidup remaja masa kini.
“Jangan hanya mengejar gelar. Kejarlah makna dari sebuah pengabdian. Keberhasilan Duta GenRe bukan diukur dari predikat yang disandang, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada generasi muda,” tegas Gubernur.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memandang pembinaan generasi muda sebagai investasi vital bagi masa depan daerah. Generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing merupakan modal utama untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang maju dan sejahtera. Sinergi antara Pemprov Sulut dan BKKBN melalui program ini bertujuan memperkuat ketahanan remaja agar memiliki perencanaan kehidupan yang matang.
Kepada para finalis, Gubernur berpesan agar membawa semangat GenRe kembali ke kabupaten dan kota asal masing-masing untuk menjadi contoh positif di lingkungan mereka. Bagi yang nantinya terpilih sebagai pemenang, Gubernur mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah garis finis.
“Ketika gelar Duta GenRe disandang, tugas bukan selesai. Tugas justru baru dimulai,” pungkasnya.
Melalui Apresiasi Duta GenRe 2026, diharapkan lahir generasi muda Sulawesi Utara yang tidak hanya berani bermimpi, tetapi juga memiliki rencana konkret dan keberanian untuk mewujudkannya, demi berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. (*)
