Katabrita – Ada rasa haru sekaligus bangga yang dirasakan Raja Alfredo Siregar, Pemimpin Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025.
Selama sepekan berlayar dari Bitung menuju pulau-pulau terluar di Kepulauan Sangihe dan Talaud, ia merasakan langsung bagaimana masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, terpencil) begitu antusias menyambut kehadiran rupiah.
“Senangnya itu bisa hadir langsung melayani masyarakat di wilayah 3T yang selama ini aksesnya terbatas, apalagi melihat antusiasme masyarakat dalam menukarkan uang layak edar dan mendapatkan edukasi tentang rupiah. Ditambah lagi dengan sambutan hangat dari masyarakat dan perangkat desa yang kami kunjungi,” tutur Alfredo.
Bagi Alfredo, pengalaman ini lebih dari sekadar perjalanan dinas. Ada kebanggaan tersendiri karena melalui ekspedisi ini, timnya turut menjaga kedaulatan negara dengan memastikan rupiah tetap hadir dan digunakan di seluruh pelosok negeri, termasuk di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar.
Namun, perjalanan ini tidak selalu mudah. Alfredo mengakui ada tantangan besar, mulai dari cuaca yang kerap tidak menentu hingga akses transportasi menuju pulau-pulau kecil yang membutuhkan usaha ekstra. “Tapi berkat sinergi kami dengan TNI AL, semua tantangan bisa diatasi. Kehadiran mereka sangat membantu,” tambahnya.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 sendiri dilepas secara resmi oleh Kepala Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, dari Dermaga Bitung, Senin (19/8/2025). Menggunakan KRI Sampari-628, tim membawa uang kartal senilai Rp5 miliar untuk didistribusikan ke lima pulau di perbatasan, sekaligus menarik uang lusuh dari masyarakat.
Bagi Alfredo, misi ini bukan sekadar distribusi uang, melainkan perwujudan nyata semangat kebangsaan. “Rupiah adalah identitas kita. Selama rupiah hadir di perbatasan, kedaulatan bangsa akan selalu terjaga,” ujarnya.
(in)
