Katabrita – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Elly Engelbert Lasut E2L dan Hanny Joost Pajouw (HJP) punya 3 skala prioritas untuk masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) ketika dipercayakan memimpin Sulut.
Saat berdiskusi dengan awak media di kediamannya, E2L menjelaskan, ada tiga sektor yang akan diperhatikan antara lain; Pertanian, Pertambangan dan Perikanan.
Dari amatannya, sistem pertanian di Bolmong, maupun di Sulut harus dibenahi terlebih dahulu. Harus ada perbaikan ekonomi di desa dan kecamatan, yang bersumber dari pertanian tersebut.
Menurut E2L ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan. Pertama, masalah pupuk. Pembagian pupuk yang diberikan sesuai dengan data petani yang tercatat di Dinas Pertanian. Namun, ketika masuk di Sulut termasuk di BMR petani tidak kebagian pupuk tersebut.
E2L dengan tegas menyatakan, harus diurai masalahnya dimana.
Menurutnya ada kelompok distributor yang menerima alokasi pupuk tersebut memiliki kepentingan yang berbeda, sehingga pupuk bersubsidi tersebut, dijual tapi bukan untuk para petani. Alhasil mereka tidak kebagian.
“Nah, kita harus memperbaiki pendistribusian pupuk yang masuk ke Sulut termasuk BMR. Saya pun akan tegas memilih Kepala Dinas Pertanian yang profesional dan ahli di bidang pertanian serta tidak berpartai, sehingga dapat berlaku adil untuk para petani yang tersebar di Sulut nantinya, ” ungkap E2L pada Jumat (12/10) 2024.
Kedua, Kata E2L Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Untuk membangun pertanian yang lebih baik, ketersediaan Alsintan ini untuk petani harus merata dan adil menunjang aktivitas pertanian di sawah.
Ketiga, bibit. Menurut E2L, dahulu ada beras China Halus, Nurdian dan Pandan Wangi. Namun, sekarang, banyak yang menanam Rahayu yang kualitasnya tidak sebaik Nurdin.
“Balai tidak lagi menyediakan bibit padi yang unggul seperti dahulu Nurdin dan lainnya, ” ujar E2L.
Ia menambahkan, pendataan dan perencanaan irigasi untuk waduk pun harus dilakukan dengan baik, karena saat ini seperti kurang perhatian.
Padahal ada anggaran yang dikelola oleh PUPR, dan Balai Sungai untuk pengelolaan waduk tersebut.
Di akhir wawancarra, E2L menyebutkan, budaya menanam harus dilakukan semua pihak. Sembari tertawa ia mengakui, semua pohon yang ada di sekitar kediamannya ialah hasil karya tangannya menanam.
“Semua pohon di samping rumah ini saya yang tanam, ” ujarnya sambil tertawa.
(*in)







