Listrik Masuk Pulau Perbatasan, Ekonomi dan Pendidikan Masyarakat Sangihe Kian Terang

Ekonomi, Ekonomi, Sulut949 Dilihat

Katabrita — Hadirnya listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Lipang dan Laotongan membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Tidak sekadar menerangi malam, listrik kini menjadi kunci bagi kemajuan sektor ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan di pulau-pulau perbatasan.

Alfret Salatang, nelayan Pulau Laotongan, mengaku kehadiran listrik mengubah cara hidup mereka. “Dulu kami hanya bisa menangkap ikan 15-20 kilo karena harus langsung dijual atau dimakan. Sekarang bisa simpan di kulkas dan dijual kemudian, jadi penghasilan kami naik,” ucapnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh pemerintah daerah. Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyampaikan bahwa listrik hijau yang masuk ke wilayahnya membuka akses ke layanan dasar yang sebelumnya terbatas.

“Nelayan bisa menyimpan hasil tangkapannya, anak-anak bisa belajar malam hari, dan layanan kesehatan juga meningkat,” ungkap Michael.

Proyek ini adalah bagian dari 47 PLTS di 11 provinsi yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. PLN menegaskan bahwa pembangunan pembangkit di daerah terpencil adalah bentuk nyata kehadiran negara.

“Akses ke Pulau Lipang dan Laotongan butuh 12 jam lewat laut dari Manado. Tapi tantangan geografis tidak menyurutkan semangat kami untuk menghadirkan listrik,” ujar General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun.

Listrik tak hanya menerangi rumah. Ia membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah, dan menjadi simbol kuat bahwa negara hadir hingga ke titik terluar wilayah Indonesia.

 

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *