Michaela Elsiana Paruntu Ketua Terpilih Golkar Sulut, Aklamasi Warnai Regenerasi dan Konsolidasi Internal

Politik, Sulut629 Dilihat

Katabrita – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara menjadi momentum penting dalam pergeseran arah politik internal partai, seiring terpilihnya Michaela Elsiana Paruntu (MEP) sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara periode 2025–2030.

MEP resmi menggantikan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) setelah ditetapkan dalam sidang pleno, Sabtu (11/4/2026). Menariknya, MEP menjadi satu-satunya kader yang mendaftar sebagai calon ketua, sehingga terpilih secara aklamasi dalam forum Musda XI.

Musda tersebut turut dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, bersama jajaran pengurus DPP lainnya.

Meski telah ditetapkan sebagai ketua terpilih, posisi MEP masih menunggu pengesahan resmi melalui surat keputusan (SK) serta pelantikan dari DPP Partai Golkar.

Peralihan kepemimpinan ini sekaligus menandai berakhirnya masa jabatan CEP, yang dalam forum Musda ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi menjaga kesinambungan pengaruh politik, sekaligus membuka ruang regenerasi di tubuh partai.

Dinamika Musda XI berlangsung relatif kondusif, namun tetap mencerminkan kuatnya konsolidasi dukungan di tingkat DPD II kabupaten/kota. Minimnya kompetisi, dengan hanya satu kandidat, memperlihatkan solidnya dukungan internal terhadap MEP.

Sebagai ketua terpilih, MEP mulai mengirimkan sinyal konsolidasi meski belum resmi dilantik.

“Ke depan kami akan melakukan konsolidasi dengan seluruh DPD II di kabupaten/kota hingga ke tingkat desa untuk memperkuat organisasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja lapangan dalam membangun kekuatan partai.

“Untuk mendapatkan kader terbaik, kita harus turun langsung ke lapangan dan hadir di tengah masyarakat,” tambahnya.

Ke depan, MEP juga akan segera menyusun struktur kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara untuk lima tahun ke depan, sebagai langkah strategis menjawab tantangan politik yang semakin dinamis.

Sementara itu, pesan Ketua Umum Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Musda menegaskan pentingnya menjaga persatuan dalam kompetisi politik internal.

“Bertanding untuk bersanding. Siapa pun yang terpilih harus merangkul semua pihak,” tegasnya.

Dengan hasil ini, Golkar Sulawesi Utara memasuki fase baru: regenerasi kepemimpinan yang berlangsung mulus melalui mekanisme aklamasi, sekaligus dihadapkan pada tantangan menjaga soliditas dan meningkatkan kekuatan elektoral di masa mendatang.

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *