Katabrita – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (Sulutgomalut) menegaskan kembali peran strategis Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sebagai penggerak utama dalam meningkatkan inklusi keuangan dan mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di daerah.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala OJK Sulutgomalut dalam sambutan pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) TPAKD se-Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo yang digelar sebagai wadah konsolidasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan mitra strategis lainnya.
“TPAKD bukan sekadar forum koordinasi, melainkan harus menjadi katalisator nyata dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah, khususnya melalui implementasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED),” tegasnya.
Dalam laporannya, Kepala OJK mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah terbentuk 16 TPAKD di Sulawesi Utara dan 7 TPAKD di Gorontalo. Pembentukan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat, khususnya di daerah yang belum terjangkau.

Selaras dengan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), TPAKD diarahkan untuk berkontribusi aktif dalam peningkatan pendapatan masyarakat, pengembangan sektor prioritas seperti pertanian, perikanan, UMKM, serta digitalisasi pembayaran dan perluasan layanan keuangan hingga pelosok desa.
Beberapa capaian program TPAKD turut dipaparkan, di antaranya:
- Penyaluran KUR Bohusami kepada 5.291 debitur dengan total Rp183,4 miliar.
- Pembukaan lebih dari 764 ribu rekening Simpanan Pelajar (Simpel).
- Pelaksanaan 21 kegiatan edukasi keuangan sepanjang 2024.
- Pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif berbasis desa wisata di Minahasa Utara.
- PED budidaya nilam dan pengolahan sabut kelapa di Minahasa Selatan.
Meski demikian, OJK mengakui masih terdapat tantangan seperti rendahnya literasi keuangan, keterbatasan infrastruktur digital, serta minimnya alokasi anggaran daerah untuk mendukung TPAKD. Oleh karena itu, dalam Rakorwil ini, Kepala OJK mengajak seluruh kepala daerah untuk memperkuat komitmen, termasuk melalui dukungan pendanaan dari APBD.
Dalam agenda Rakorwil kali ini juga disampaikan sejumlah materi strategis dari OJK pusat dan mitra eksternal, mulai dari kebijakan TPAKD, pendalaman pasar modal, hingga pengembangan daya saing daerah melalui kolaborasi investasi dan kemitraan.
“Semoga Rakorwil ini menjadi ruang refleksi dan sinergi lintas sektor, menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat akses keuangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo,” tutupnya.
Acara ini menghadirkan seluruh anggota TPAKD dari kabupaten/kota di Sulawesi Utara dan Gorontalo, termasuk para pelaku industri jasa keuangan.
(*/in)







