Kini Terang Benderang, 607 KK di Desa Olu dan Dua Dusun di Lindu Sulteng Akhirnya Nikmati Akses Listrik PLN

Ekonomi, Ekonomi913 Dilihat

Katabrita — Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan penerangan, sebanyak 607 kepala keluarga di wilayah terpencil Sulawesi Tengah akhirnya merasakan terang yang sesungguhnya. PT PLN (Persero) resmi mengalirkan listrik ke Desa Olu, Dusun Paku Desa Anca, dan Dusun Palili Desa Tamado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Momen bersejarah ini membawa haru sekaligus harapan baru bagi ratusan keluarga yang selama ini hanya bergantung pada genset dan lampu pelita. Suasana emosional terasa saat warga menyaksikan lampu-lampu rumah menyala untuk pertama kalinya dengan daya yang stabil.

Santi, seorang ibu rumah tangga di Desa Olu, tak kuasa menahan haru. Ia menceritakan bagaimana selama ini harus menggunakan pelita untuk sekadar menerangi malam hari di rumahnya.

“Terima kasih PLN sudah ada di desa Olu. Sebelum ada PLN, saya hanya menggunakan pelita. Kini lebih tenang karena listrik sudah ada,” ucapnya dengan penuh syukur.

Senada dengan itu, Saidin Ali, warga lainnya, mengaku seperti mimpi bisa menyalakan alat-alat listrik tanpa harus khawatir daya dari genset tidak mencukupi.

“Saya sangat bersyukur listrik PLN sudah masuk ke Desa Olu. Awalnya kami tidak pernah bermimpi bisa menikmati listrik. Saat pertama kali listrik menyala, saya langsung coba nyalakan mesin depot saya, kulkas, freezer. Ternyata bisa menyala semua. Betul-betul merinding saya,” tuturnya.

Kehadiran listrik ini juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, yang hadir dalam peresmian, menyampaikan apresiasi mendalam kepada PLN atas upaya mewujudkan akses energi hingga ke pelosok.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN yang terus bekerja menerangi Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah. Ini bukan sekadar janji, tetapi tindakan nyata PLN yang terus menunjukkan semangat melayani hingga ke pelosok. Energi ini menjadi pondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pariwisata di wilayah ini,” ujarnya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, juga menegaskan komitmen PLN dalam mewujudkan pemerataan energi.

“Penyalaan listrik di Desa Olu adalah komitmen kami untuk terus membuka akses energi di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau,” ungkapnya.

Tak hanya itu, keberhasilan ini juga tidak lepas dari kerja keras tim PLN di lapangan. Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sulawesi Tengah (UP2K Sulteng), Rahmatan, menjelaskan bahwa pembangunan jaringan di kawasan tersebut menghadapi tantangan geografis yang luar biasa.

“Akses menuju Desa Olu sangat menantang dengan jalur perbukitan juga rawa di sekeliling Danau Lindu. Berkat semangat dan sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak, PLN berhasil membawa terang ke Desa Olu,” katanya.

PLN membangun infrastruktur berupa Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 23,58 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 10,64 kilometer sirkuit, serta 8 gardu distribusi dengan total daya 550 kVA. Infrastruktur ini tidak hanya melayani Desa Olu, tetapi juga menyuplai listrik ke dua dusun lain di jalur yang sama.

Dengan penyalaan ini, rasio desa berlistrik (RDB) PLN di Kecamatan Lindu kini mencapai 100 persen dari total lima desa yang ada. Desa Olu kini tidak hanya terang secara fisik, tetapi juga menyala dengan semangat dan harapan menuju masa depan yang lebih baik.

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *