Katabrita — Upaya menghadirkan listrik ke wilayah terpencil di Sulawesi Tengah bukanlah perkara mudah. Untuk menerangi Desa Olu serta dua dusun lainnya—Dusun Paku di Desa Anca dan Dusun Palili di Desa Tamado, Kecamatan Lindu—PT PLN (Persero) harus menghadapi medan berat yang mengelilingi kawasan Danau Lindu.
Melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sulawesi Tengah (UP2K Sulteng), PLN membangun infrastruktur kelistrikan dengan skala besar dan penuh tantangan. Proyek ini mencakup pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 23,58 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 10,64 kms, serta 8 gardu distribusi dengan total daya 550 kilo Volt Ampere (kVA).
“Akses menuju Desa Olu sangat menantang. Kami harus melewati jalur perbukitan dan rawa di sekeliling Danau Lindu. Namun, berkat semangat tim di lapangan serta sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat, kami berhasil menyelesaikan pembangunan ini,” ujar Rahmatan, Manager UP2K Sulteng.
Tak hanya menjadi proyek teknis, pembangunan ini juga mencerminkan semangat PLN dalam membuka isolasi energi di wilayah tertinggal. Desa Olu dan dua dusun lain sebelumnya tidak memiliki akses listrik PLN, hanya mengandalkan genset seadanya.
“Untuk menghadirkan terang ke desa ini, kami harus membangun jalur jaringan dari daerah terdekat, kemudian menyambungkan ke Desa Olu. Dalam prosesnya, kami juga sekaligus menyuplai listrik ke dua dusun lain yang dilalui jaringan ini,” tambah Rahmatan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur listrik ini adalah bagian dari komitmen PLN untuk menyatukan Nusantara melalui energi.
“Penyalaan listrik di Desa Olu adalah komitmen kami untuk terus membuka akses energi, bahkan di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau. Kami percaya, kehadiran listrik akan membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi lokal, pendidikan, layanan kesehatan, dan sektor lainnya,” kata Usman.
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, turut mengapresiasi keberhasilan pembangunan ini. Menurutnya, proyek ini membuktikan bahwa pelayanan negara bisa hadir nyata hingga ke pelosok.
“Ini bukan sekadar janji, tetapi tindakan nyata PLN yang terus menunjukkan semangat melayani. Energi adalah pondasi penting dalam pembangunan di segala sektor,” ujar Gubernur saat peresmian penyalaan listrik.
Dengan tersambungnya jaringan listrik ke Desa Olu, Dusun Paku, dan Dusun Palili, rasio desa berlistrik (RDB) di Kecamatan Lindu kini resmi mencapai 100 persen. Lebih dari sekadar infrastruktur, jaringan listrik ini menjadi jalur kehidupan baru bagi ratusan keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
(*/in)







