Katabrita – Bank Indonesia bersama pemerintah daerah di Sulawesi Utara merealisasikan berbagai program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) sepanjang 2025. Beragam kegiatan dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi publik.
Di sektor pangan, sejumlah panen raya digelar, termasuk panen padi di Minahasa, panen bawang merah di Kotamobagu, serta panen cabai rawit di Kabupaten Kepulauan Talaud. BI Sulut juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), sarana produksi, hingga sumur bor dan smart green house bagi kelompok tani. Penanaman cabai perdana dilakukan di Boltim sebagai bagian dari penguatan produksi komoditas strategis.
“Langkah nyata seperti panen raya dan bantuan alat pertanian merupakan wujud sinergi untuk memastikan pasokan pangan tetap terjaga, sehingga harga lebih stabil,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto dalam pertemuan bersama wartawan, Senin (28/7) 2025.
Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar diselenggarakan di berbagai kabupaten/kota untuk menekan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk Pengucapan Syukur. Langkah ini dilengkapi dengan inspeksi pasar guna memastikan distribusi pangan berjalan lancar.
Selain menjaga harga dan pasokan, BI Sulut juga mendorong hilirisasi produk dan diversifikasi pangan melalui dukungan bagi UMKM. Salah satunya lewat kegiatan “Bawang Goreng (Bareng) Mami” bersama kelompok usaha istri petani di Kotamobagu, serta penyelenggaraan Urbanfest dan Wisata Kuliner Ramadhan yang menghadirkan produk olahan lokal. Dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha turut diperkuat lewat business matching dengan perbankan, melibatkan BRI, BNI, BSI, Mandiri, dan BSG.
“UMKM harus ikut diberdayakan dalam ekosistem pangan. Dengan hilirisasi dan diversifikasi produk, nilai tambah akan lebih besar dan daya saing meningkat,” ujarnya menambahkan.
Upaya pengendalian inflasi juga didukung dengan penguatan kapasitas kelembagaan petani melalui pelatihan, fasilitasi pembentukan koperasi, serta sinergi dengan Kementerian Pertanian dalam klaster bawang merah dan cabai rawit.
Untuk memastikan koordinasi, sebanyak lima High Level Meeting (HLM) dan sejumlah rapat koordinasi telah digelar oleh TPID provinsi maupun kabupaten/kota. Sosialisasi bijak belanja juga dilakukan, termasuk melalui iklan menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadan.
Dengan serangkaian langkah ini, Bank Indonesia berharap inflasi pangan tetap terkendali di Sulut sepanjang 2025, sekaligus mendorong ketahanan ekonomi daerah melalui pemberdayaan petani dan UMKM.
(*/in)
