Fintech dan Keuangan Syariah Jadi Motor Baru Pertumbuhan di Sulut

Ekonomi, Ekonomi769 Dilihat

Katabrita – Perkembangan ekonomi syariah nasional semakin pesat, salah satunya melalui inovasi di sektor keuangan syariah dan layanan financial technology (fintech). Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara menilai sektor ini berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di daerah.

Hal itu disampaikan Perwakilan BI Sulut, Heriyanto, dalam pertemuan bersama wartawan di Manado, Senin (28/7) 2025. Menurutnya, layanan keuangan syariah kini tidak hanya sebatas perbankan, tetapi juga mencakup Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), asuransi syariah, fintech syariah, hingga pasar modal syariah.

“Di Sulut, potensi pengembangan keuangan syariah cukup besar, terutama untuk mendukung pembiayaan UMKM. Fintech syariah bisa menjadi solusi akses modal yang lebih mudah, adil, dan sesuai prinsip syariah,” ujar Heriyanto.

Ia menambahkan, keuangan syariah juga dapat memperkuat literasi masyarakat tentang pentingnya mengelola keuangan sesuai prinsip halal, bebas dari praktik riba, gharar, dan maysir. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi juga ketenangan dalam bertransaksi.

“Kalau ekosistem keuangan syariah di Sulut semakin kuat, maka peluang untuk memperluas pasar UMKM dan menggerakkan ekonomi daerah akan semakin terbuka,” jelasnya.

Heriyanto menegaskan, BI Sulut akan terus mendorong sinergi dengan lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan komunitas usaha untuk memperluas literasi serta inklusi keuangan syariah. “Kami ingin agar Sulut tidak tertinggal dalam transformasi ini, sehingga dapat ikut mengambil manfaat dari pertumbuhan ekonomi syariah global,” katanya.

 

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *