Katabrita – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu sorotan utama dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD memperingati HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Utara. Program ini dinilai sebagai langkah nyata pemerintah provinsi dalam memperkuat gizi anak, menekan angka stunting, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen, menyebut MBG sebagai program strategis yang mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “MBG tidak hanya memastikan pemenuhan gizi anak, tetapi juga menjadi gerakan sosial yang melibatkan UMKM dalam rantai pasok pangan sehat. Dengan demikian, program ini memberi manfaat ganda: kesehatan anak terjaga dan ekonomi lokal bergerak,” ungkapnya.
Silangen menambahkan, keberhasilan pelaksanaan MBG mendapat pengakuan nasional dengan diraihnya Apresiasi Daerah Peduli Kesehatan dan Pemenuhan Gizi Anak. Menurutnya, penghargaan tersebut mencerminkan komitmen Sulut dalam membangun generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, sebelumnya juga menegaskan bahwa pelaksanaan MBG berjalan seiring dengan upaya swasembada pangan. Panen jagung di Manado serta padi di Minahasa dan Bolaang Mongondow Selatan menjadi salah satu wujud dukungan bagi program tersebut. “Kami ingin memastikan ketersediaan bahan pangan lokal yang berkualitas untuk mendukung keberlanjutan program MBG,” kata Gubernur.
Saat ini, Sulut telah memiliki sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif, dan ditargetkan jumlahnya meningkat menjadi 50 unit hingga akhir tahun. Pemerintah berkomitmen memperluas jangkauan program agar semakin banyak anak-anak di Sulawesi Utara mendapat manfaat.
“Ke depan, kita harus mendukung dan mengakselerasi pelaksanaan MBG. Program ini bukan hanya soal makan gratis, tetapi investasi besar untuk generasi emas Sulawesi Utara,” tegas Silangen.
(*/in)
