PLN Sulut Kejar Rasio Elektrifikasi 100 Persen, Tinggal Delapan Desa Belum Berlistrik

Ekonomi, Ekonomi698 Dilihat

Katabrita– PLN Unit Pelaksana Program Ketenagalistrikan (UP2K) PLN UID Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) terus mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan guna mewujudkan rasio elektrifikasi 100 persen di Provinsi Sulawesi Utara.

Manajer UP2K PLN UID Suluttenggo, Heru Wardono, mengatakan hingga saat ini rasio elektrifikasi PLN di Sulawesi Utara telah mencapai 99,40 persen, sementara rasio elektrifikasi total mencapai 99,99 persen. Adapun rasio desa berlistrik (RDB) telah menyentuh 99,56 persen.

“Dari total 1.839 desa di Provinsi Sulawesi Utara, saat ini masih terdapat delapan desa yang belum berlistrik. Desa-desa tersebut berada di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Heru saat memaparkan perkembangan Program Listrik Desa.

Ia menjelaskan, dua desa yang belum berlistrik di Kabupaten Kepulauan Sitaro yakni Desa Laingpatehi dan Pumpentei. Sementara enam desa lainnya berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, yakni Kahakitang, Dalako Balanehe, Taleko Batusaiki, Bawone, Para, dan Para I.

Heru mengungkapkan, sepanjang 2025 hingga April 2026, UP2K PLN UID Suluttenggo telah berhasil melistriki 28 lokasi melalui pembangunan jaringan tegangan menengah sepanjang 10,27 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 23,85 kms, serta penambahan gardu distribusi berkapasitas 800 kVA. Program tersebut didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tambahan tahun 2025.

Sementara untuk program tahun 2026, PLN mengusulkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 96 lokasi yang ditargetkan melayani 3.143 calon pelanggan baru.

Rencana pembangunan tersebut meliputi jaringan tegangan menengah sepanjang 37,52 kms, jaringan tegangan rendah sepanjang 121,72 kms, penambahan kapasitas gardu distribusi sebesar 2.450 kVA, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1.671 kilowatt peak (kWp) di wilayah yang belum memungkinkan dijangkau jaringan listrik konvensional.

Menurut Heru, Program Listrik Desa merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap program Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan transisi energi dan kemandirian energi nasional.

“Melalui program ini, kami terus berupaya menghadirkan akses listrik hingga ke wilayah terluar dan terpencil agar seluruh masyarakat Sulawesi Utara dapat menikmati layanan listrik yang andal,” katanya saat pemaparan dalam Media Gathering, Selasa (30/6) 2026.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar target pemerataan listrik di Sulawesi Utara dapat segera tercapai sehingga seluruh desa di provinsi tersebut dapat menikmati akses listrik.

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *