GM PLN Suluttenggo Harap Dukungan Masyarakat agar Program Listrik Desa Berjalan Lancar

Ekonomi, Ekonomi788 Dilihat

Katabrita – General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur kelistrikan, terutama saat proses pemasangan jaringan listrik ke daerah yang belum teraliri listrik.

Menurut Usman, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi PLN di lapangan adalah penolakan dari sebagian masyarakat saat pembangunan jaringan listrik dilakukan. Penolakan tersebut umumnya berkaitan dengan keberadaan tiang listrik, penebangan pohon, hingga jalur jaringan yang melintasi lahan atau tanaman milik warga.

“Penolakan seperti ini sebenarnya bukan hal yang aneh, tetapi cukup sering kami temui. Ada yang tidak ingin pohonnya dipotong, tidak ingin tanamannya dilintasi jaringan listrik, bahkan ada yang meminta kompensasi agar jaringan bisa dibangun,” ujar Usman saat doorstop bersama wartawan di sela-sela Media Gathering, Selasa (30/6) 2026.

Ia menegaskan, pembangunan jaringan listrik bertujuan melayani kepentingan masyarakat luas sehingga diharapkan mendapat dukungan bersama. Jika berbagai kendala tersebut terus terjadi, PLN terpaksa mempertimbangkan pengalihan pembangunan ke daerah lain yang dinilai lebih siap.

“Kalau terus seperti itu, kami bisa saja memindahkan pembangunan ke provinsi lain yang juga masih membutuhkan listrik. Jangan hanya karena berdiri satu tiang listrik lalu merasa terganggu, padahal manfaatnya dinikmati masyarakat luas,” katanya.

Usman juga meyakini kehadiran infrastruktur kelistrikan justru memberikan nilai tambah bagi suatu wilayah. Selain membuka akses listrik, keberadaan jaringan listrik dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi, termasuk harga tanah di sekitarnya.

“Kami yakin begitu tiang listrik berdiri, harga tanah juga ikut meningkat. Jadi seharusnya masyarakat senang dengan kehadiran infrastruktur listrik,” ujarnya.

Selain persoalan pembebasan lahan, PLN juga menghadapi tantangan logistik, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Tidak tersedianya dermaga untuk bongkar muat material hingga adanya larangan menurunkan peralatan di lokasi tertentu membuat biaya pembangunan menjadi lebih besar.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung proses pembangunan jaringan listrik agar tidak muncul biaya tambahan di luar perencanaan yang berpotensi menghambat proyek.

Usman menambahkan, masih banyak daerah lain di Sulawesi yang siap menerima program pembangunan listrik. Karena itu, ia berharap masyarakat di Sulawesi Utara turut mendukung setiap upaya PLN menghadirkan akses listrik hingga ke pelosok.

“Harapan kami sederhana, mari bersama-sama mendukung pembangunan listrik. Tujuan kami adalah menghadirkan listrik bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *