-KATABRITA.COM-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mulai meredah, Rabu (16/9/2026).
Kebakaran Gunung Awu sendiri bermula dari Pos 8 jalur pendakian Angges, Kecamatan Tahuna Barat, sejak 5 September 2026. Api kemudian meluas hingga wilayah Kelurahan Kolongan, Kecamatan Kendahe, serta Kecamatan Tabukan Utara.

Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Awu, khususnya di wilayah Kampung Mala, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menjadi tantangan yang membutuhkan kerja sama dan perjuangan seluruh elemen masyarakat. Kondisi medan yang sulit dijangkau, kawasan hutan yang luas, serta potensi api yang terus meluas membuat proses pemadaman membutuhkan ketangguhan, kesabaran, dan koordinasi yang baik.
Personil TNI Koramil 1301-07/Tabukan Utara bersama Anggota Polsek dalam menghadapi situasi tersebut, bersama masyarakat bahu-membahu melakukan upaya penanganan kebakaran. Dengan keterbatasan sarana dan beratnya medan, para personel tetap berupaya mendekati titik-titik api untuk melakukan pemadaman dan mencegah kobaran api semakin meluas.
Perjuangan tidak hanya dilakukan oleh aparat di lapangan. Masyarakat Kampung Mala turut mengambil bagian dengan membantu memberikan informasi mengenai kondisi kebakaran, mendukung kebutuhan personel, serta bersama-sama melakukan upaya pencegahan agar api tidak menjalar ke wilayah permukiman dan kawasan yang berisiko.

Di tengah kondisi yang penuh tantangan, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama. TNI, Polri, pemerintah setempat, dan masyarakat menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan perjuangan bersama demi melindungi lingkungan, keselamatan masyarakat, dan wilayah Kepulauan Sangihe.
Setiap langkah yang dilakukan di tengah panasnya api dan beratnya medan menjadi bukti kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Para personel tetap berupaya menjalankan tugas dengan mengutamakan keselamatan serta melakukan koordinasi dalam setiap tindakan di lapangan.
Kebakaran ini menjadi pengingat bahwa kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama. Dari perjuangan tersebut terlihat kuatnya semangat TNI, Polri, dan masyarakat dalam menghadapi bencana bersatu, bergotong royong, dan pantang menyerah demi keselamatan bersama.
Satu api kita padamkan, satu hutan kita selamatkan. Mari kita bersama menjaga Sangihe.
(Jendral pae)
