MANADO – Mengatasi kelangkaan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wanua Wenang Kota Manado berkolaborasi dengan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Utara. Bersama-sama, kedua instansi ini menyalurkan sebanyak 64.000 liter air bersih kepada warga di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Siladen dan Pulau Manado Tua, pada Kamis pagi (17/9/2026).
Pengiriman air bersih dilakukan menggunakan kapal dari Pelabuhan Kantor Kesyahbandaran Utama dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado. Langkah ini merupakan respons cepat terhadap kondisi cuaca panas ekstrem yang berdampak signifikan pada ketersediaan sumber air baku di wilayah kepulauan.
Dukungan Logistik Laut untuk Wilayah Terpencil
Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menjelaskan bahwa kebutuhan air bersih di Pulau Manado Tua dan Siladen saat ini sangat tinggi. Kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan membuat distribusi kebutuhan dasar memerlukan dukungan sarana transportasi laut yang memadai.
“Masyarakat di dua pulau ini sangat membutuhkan air bersih. Kolaborasi dengan PDAM Wanua Wenang menjadi salah satu upaya konkret kami untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di tengah kondisi panas yang berkepanjangan,” jelas Bayu, sapaan akrab Dirpolairud.
Bentuk Kepedulian Pemkot Manado
Direktur Utama PDAM Wanua Wenang Kota Manado, Meiky Taliwuna, menyatakan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota Manado terhadap warganya yang terdampak kekeringan. Ia turut memantau langsung proses distribusi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah Kota Manado kepada masyarakat yang membutuhkan. Saat ini terjadi panas yang berkepanjangan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat semakin meningkat, baik untuk keperluan rumah tangga maupun konsumsi,” ujar Taliwuna.
Menurutnya, bagi masyarakat di wilayah kepulauan, ketersediaan air bersih adalah kebutuhan vital. Melalui kolaborasi ini, PDAM dan Polairud berupaya memastikan pasokan air tetap terjaga meski sumber air lokal mengalami penurunan debit.
Sinergi Lintas Instansi
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Donald Sambuaga, serta perwakilan Basarnas Sulawesi Utara. Kehadiran berbagai instansi ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjangkau masyarakat di wilayah sulit akses, terutama saat terjadi bencana hidrometeorologi seperti kekeringan.
Kolaborasi antara BUMD daerah dan aparat keamanan ini diharapkan dapat menjadi model penanganan krisis air di wilayah kepulauan, memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan akses terhadap air bersih yang layak. (*)
