MANADO – Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar Lomba Masamper, sebagai salah satu upaya memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah di tengah arus perkembangan zaman.

Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, secara resmi membuka kegiatan tersebut di Pasar Tematik Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken, Jumat 23 Oktober 2026 malam.

Dalam sambutannya, Ia menegaskan bahwa Masamper bukan sekadar kesenian tradisional semata, melainkan warisan budaya berharga yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Masamper yang awalnya dikenal sebagai budaya masyarakat Nusa Utara, kini semakin berkembang dan mendapat tempat di hati masyarakat dari berbagai latar belakang di Kota Manado,” ujarnya.

“Kami berharap melalui lomba ini, generasi muda semakin mencintai budaya Masamper, tertarik untuk mempelajarinya, dan memiliki keinginan untuk meneruskan tradisi ini,” tambah Wakil Wali Kota.
Sebanyak 18 peserta turut meramaikan lomba tahun ini. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat luas untuk lebih mengenal, menikmati, dan sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal.

Wakil Wali Kota juga menyampaikan harapannya agar pelaksanaan lomba di masa mendatang dapat dikembangkan dengan jangkauan yang lebih luas, termasuk pemilihan lokasi yang lebih representatif dan terbuka bagi seluruh masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan lomba Masamper bisa dilaksanakan di tempat yang lebih luas dan ramai, sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati sekaligus mengenal budaya Masamper,” harapnya.
Ia juga memuji kesiapan panitia yang telah menghadirkan para juri yang kompeten, sehingga penilaian terhadap penampilan para peserta dapat berjalan secara objektif dan profesional.

Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Manado didampingi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado, Bonix Saweho, serta Kepala Bidang Pemuda, Victor Sinjal.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Manado berkomitmen untuk terus membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda agar terlibat aktif dalam pelestarian budaya, sehingga Masamper tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian yang membanggakan dari identitas budaya masyarakat Manado. (adve)
