Katabrita – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Kota Bitung menegaskan pentingnya sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Hal ini mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Bitung yang digelar di Bitung.
Pertemuan ini tidak hanya membahas strategi pengendalian inflasi, tetapi juga akselerasi digitalisasi transaksi keuangan daerah. Kolaborasi TPID dan TP2DD dinilai sebagai langkah terpadu untuk memastikan stabilitas harga sekaligus meningkatkan efisiensi layanan publik di era digital.
Kepala BI Sulut, Joko Supratikto, menekankan bahwa digitalisasi transaksi daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal. “Dengan TP2DD, kita mendorong transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hal ini pada akhirnya akan memperkuat daya saing Bitung sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, menyampaikan bahwa sinergi TPID dan TP2DD akan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan inflasi sekaligus transformasi digital. Ia menegaskan, kolaborasi dengan BI Sulut memberikan dorongan nyata bagi Pemkot dalam memperkuat tata kelola keuangan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak gejolak harga pangan.
Melalui langkah strategis ini, BI Sulut dan Pemkot Bitung optimistis dapat menjaga inflasi sesuai sasaran nasional, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong percepatan digitalisasi daerah. Sinergi keduanya diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan.
(*/in)







