BI Sulut dan Pemkot Bitung Sepakat Kolaborasi Jadi Jawaban Atasi Tantangan Inflasi

Ekonomi, Ekonomi506 Dilihat

Katabrita – Pemerintah Kota Bitung menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga pangan. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, dalam High Level Meeting (HLM) TPID Bitung yang difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara.

Randito menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wadah sinergi nyata untuk melindungi masyarakat dari gejolak harga. “Kolaborasi adalah kunci. Tidak ada satu pihak pun yang mampu mengendalikan inflasi sendirian. Hanya dengan gotong royong kita bisa menjaga keterjangkauan harga, menjamin pasokan yang merata, serta memperkuat ketahanan pangan lokal,” ujarnya.

Kota Bitung menghadapi sejumlah tantangan dalam pengendalian inflasi, antara lain ketergantungan pada pasokan eksternal, produktivitas cabai dan bawang yang masih rendah, serta keterbatasan produksi padi. Kondisi ini membuat koordinasi dengan daerah lain menjadi semakin penting untuk menjamin ketersediaan pasokan.

Kepala BI Sulut, Joko Supratikto, menyambut baik komitmen tersebut. Ia menegaskan bahwa stabilitas harga pangan hanya dapat dicapai dengan kolaborasi menyeluruh antara pemerintah, BI, pelaku usaha, dan kelompok tani. “Sinergi ini bukan hanya soal menahan gejolak harga, tetapi juga memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan kesejahteraan petani terus meningkat,” katanya.

Dengan memperkuat kerja sama dan koordinasi, BI Sulut dan Pemkot Bitung optimistis inflasi dapat dikendalikan sesuai target nasional 2,5 persen ±1. Lebih dari itu, langkah kolaboratif ini juga diharapkan menjadi fondasi penting untuk membangun perekonomian daerah yang tangguh dan berkelanjutan.

 

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *