BI Sulut Dorong Ketahanan Pangan Lewat Program PATUA, 85 Kelompok Tani Terlibat

Ekonomi, Ekonomi535 Dilihat

Katabrita – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan melalui Program Petani Unggulan Sulawesi Utara (PATUA). Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 85 kelompok tani tergabung dalam program ini, termasuk tiga kelompok tani di Kota Bitung yang fokus mengembangkan komoditas cabai rawit.

Program PATUA menjadi salah satu inisiatif BI Sulut dalam mendukung produksi pangan lokal dan menekan gejolak harga. Kepala BI Sulut, Joko Supratikto, menyebutkan bahwa keberadaan kelompok tani binaan ini diharapkan mampu menjaga pasokan pangan strategis sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. “Dengan penguatan kapasitas produksi, kita bisa menciptakan ekosistem pertanian yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan inflasi,” ujarnya.

Cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang paling sering memicu fluktuasi harga di Sulawesi Utara. Melalui pendampingan PATUA, petani didorong untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengoptimalkan distribusi hasil panen. Skema ini juga didukung oleh kerja sama antar daerah (KAD) agar hasil panen di daerah surplus dapat mengisi kebutuhan di daerah defisit.

Selain cabai, kelompok tani PATUA juga diarahkan untuk memperkuat komoditas lain seperti tomat, bawang, dan padi. Dengan cara ini, BI Sulut bersama pemerintah daerah berupaya menciptakan diversifikasi pangan yang lebih stabil dan berkesinambungan.

BI Sulut optimistis program PATUA akan menjadi fondasi penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali sesuai sasaran nasional 2,5 persen ±1. Lebih jauh, program ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di Sulawesi Utara.

 

 

(*/in)

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP