Listrik PLN Jadi Simbol Kehadiran Negara di Perbatasan Indonesia-Filipina

Ekonomi, Ekonomi1219 Dilihat

Katabrita — Hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Lipang dan Pulau Laotongan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, tidak hanya membawa terang bagi warga, tetapi juga menjadi simbol nyata kehadiran negara di wilayah terdepan Indonesia. Kedua pulau yang berbatasan langsung dengan Filipina kini menikmati listrik 24 jam penuh setelah sebelumnya hanya mengandalkan pelita dan genset dengan pasokan terbatas.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keadilan energi merupakan salah satu komitmen utama PLN. “Kami ingin seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang tinggal di wilayah terluar, merasakan listrik bersih dan andal. Ini adalah wujud kehadiran negara dalam mendukung kesejahteraan dan pemerataan pembangunan,” ujarnya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Suluttenggo, Usman Bangun, menambahkan bahwa pembangunan PLTS di pulau perbatasan juga memiliki makna strategis. Selain untuk kebutuhan dasar masyarakat, listrik memperkuat rasa kehadiran negara sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi lokal.

Dengan listrik tenaga surya yang kini menyinari rumah-rumah warga, Pulau Lipang dan Laotongan tidak lagi terisolasi dalam kegelapan. Terang yang hadir menjadi tanda bahwa negara tidak pernah absen dalam memastikan seluruh rakyat, hingga ke pulau terdepan, mendapatkan hak yang sama atas energi.

 

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP