Katabrita — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Lipang dan Pulau Laotongan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menjadi langkah nyata PLN dalam mempercepat transisi energi menuju target Net Zero Emission (NZE). Dengan kapasitas masing-masing 93 kilowatt peak (kWp) dan 180 kWp, kedua pembangkit tersebut menghadirkan listrik ramah lingkungan bagi masyarakat di wilayah terluar Indonesia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pembangunan PLTS di Sangihe merupakan bagian dari agenda besar PLN dalam menyediakan energi bersih di seluruh pelosok negeri. “PLN berkomitmen menghadirkan listrik bersih dan andal guna membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran PLTS ini sejalan dengan transisi energi dan target NZE yang dicanangkan pemerintah,” ujarnya.
Selain mendukung pengurangan emisi karbon, pemanfaatan energi matahari di dua pulau ini juga mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar minyak untuk genset. Dengan pasokan energi terbarukan, aktivitas warga kini tidak lagi dibatasi oleh ketersediaan bahan bakar maupun jam operasi genset yang terbatas.
Kehadiran PLTS di Lipang dan Laotongan menegaskan bahwa transisi energi bukan hanya agenda kota besar, tetapi juga nyata dirasakan hingga ke wilayah terdepan yang berbatasan langsung dengan Filipina.
(*/in)






