Katabrita — PT PLN (Persero) mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan sepanjang 2024 yang mencapai Rp545,4 triliun, naik 11,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan listrik yang menembus 306,22 terawatt hour (TWh), atau tumbuh 6,17%.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan PLN. “Peningkatan konsumsi listrik merefleksikan pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menunjukkan transformasi PLN mampu menjawab kebutuhan energi yang terus berkembang,” ujarnya.
Berdasarkan komposisi penjualan, sektor rumah tangga mendominasi dengan kontribusi 43% atau setara 130,43 TWh, tumbuh 6,62% dibandingkan 2023. Sektor industri menyumbang 30% dengan konsumsi 92,28 TWh, naik 4,17%. Adapun sektor bisnis mencatat 19%, sedangkan sisanya 8% berasal dari sektor lainnya.
Darmawan menegaskan, pertumbuhan ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah dalam menjaga iklim investasi dan kebijakan energi yang kondusif. “Kami akan terus memperkuat pelayanan sekaligus menjaga daya saing melalui transformasi yang konsisten,” tambahnya.
Dengan tren peningkatan konsumsi listrik di semua segmen, PLN optimistis mampu menjaga kinerja positif sekaligus memperkuat perannya sebagai tulang punggung penyedia energi di Indonesia.
(*/in)







