Katabrita – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menghadirkan inovasi ramah lingkungan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, PLN meresmikan gedung baru Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Kalu Manandang di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Uniknya, sekolah ini dibangun menggunakan ecoblock hasil olahan dari 2,2 ton sampah botol plastik daur ulang.
Pembangunan gedung sekolah berbahan ecoblock menjadi bukti nyata penerapan ekonomi sirkular yang tidak hanya mengurangi persoalan sampah plastik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Infrastruktur ini sekaligus menjadi model pendidikan ramah lingkungan yang pertama dibangun PLN dengan material berbasis daur ulang.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto menegaskan, pembangunan TK Negeri Kalu Manandang adalah wujud nyata inovasi PLN dalam pengelolaan limbah plastik. “Setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Pembangunan sekolah ini adalah simbol kolaborasi dan inovasi dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan dan lingkungan,” ujarnya.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, F Eko Sulistyono menambahkan, pemanfaatan material ecoblock menjadi terobosan positif yang aman digunakan untuk infrastruktur pendidikan. “Kami ingin menghadirkan fasilitas belajar yang ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan sampah plastik di daerah ini. Harapannya, generasi emas dari Sumba Timur bisa tumbuh dengan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” jelasnya.
Selain dua ruang kelas permanen, sekolah baru ini juga dilengkapi fasilitas toilet, sanitasi, sarana belajar, hingga bantuan seragam sekolah. Dengan hadirnya gedung ramah lingkungan ini, PLN membuktikan komitmennya dalam menghadirkan solusi keberlanjutan yang menghubungkan pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
(*/in)






