Katabrita – PLN menghadirkan inovasi workshop FABA di Lapas Nusakambangan, Cilacap, yang mengubah limbah PLTU Adipala menjadi produk konstruksi bernilai tinggi. Program ini menekankan ekonomi sirkuler dan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.
Workshop dilengkapi dua unit mesin yang mampu memproduksi hingga 2 juta paving block dan 1 juta batako setiap tahun. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa pemanfaatan FABA menjadi produk konstruksi mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi warga binaan.
“Warga binaan Lapas Nusakambangan berhasil memanfaatkan limbah menjadi komoditas produktif. Kegiatan ini juga memberi dampak positif bagi masyarakat sekaligus menghasilkan produk berkualitas,” ujar Darmawan.
Selain aspek ekonomi, program ini juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Limbah FABA yang sebelumnya menimbulkan masalah kini menjadi bahan baku bernilai guna tinggi, sehingga mengurangi potensi pencemaran.
PLN menargetkan jumlah warga binaan terampil akan terus bertambah seiring pendampingan berkelanjutan. Ke depan, workshop ini diharapkan menjadi model pengelolaan limbah industri yang produktif dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.
(*/in)







