Katabrita – Upaya meningkatkan kemampuan guru dalam mengajarkan matematika terus didorong melalui pemanfaatan metode pembelajaran yang lebih sederhana dan menyenangkan.
Telkomsel bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kuncie dan Gasing Academy mendukung Program Pandai Berhitung dengan Metode GASING yang berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Pineleng, Kabupaten Minahasa.
Program yang berlangsung pada 5-22 Agustus 2026 tersebut diikuti 216 guru SD dan SMP dari Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara.
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengajarkan matematika secara efektif sehingga materi lebih mudah dipahami oleh siswa.
Metode GASING atau Gampang, Asyik, Menyenangkan menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk membuat proses belajar matematika lebih sederhana dan menarik bagi peserta didik.
General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Sulawesi, Andrew Mamahit, mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Telkomsel dalam memanfaatkan teknologi sebagai pendukung proses pendidikan.
“Melalui kolaborasi bersama Sacred Octagon, Telkomsel ingin menghadirkan akses pembelajaran yang lebih dekat dengan keseharian anak-anak melalui pengalaman digital yang interaktif dan mudah diakses,” ujar Andrew.
Ia menjelaskan, teknologi dapat menjadi enabler atau alat bantu dalam proses pembelajaran. Namun, peran guru tetap menjadi bagian utama dalam pendidikan.
Menurutnya, teknologi tidak ditujukan untuk menggantikan tuntunan, empati dan pemahaman guru terhadap setiap anak, tetapi membantu pendidik memberikan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan perkembangan kemampuan siswa.
Dalam kegiatan tersebut, Telkomsel juga memperkenalkan solusi digital Skul.id kepada sekolah-sekolah yang mengikuti program.
Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan Telkomsel terhadap transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah.
Dukungan terhadap pembelajaran matematika ini juga sejalan dengan kehadiran Sacred Octagon, layanan edu-games matematika yang dikembangkan melalui kolaborasi Telkomsel dengan Indonesia Artificial Intelligence (INA AI–PT Teknologi Cerdas Berdaulat Indonesia).
Sacred Octagon memadukan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan metode GASING untuk menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih interaktif dan ramah bagi anak.
Melalui pendekatan tersebut, anak tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga dilatih mengembangkan kemampuan berpikir, logika dan kepercayaan diri.
Telkomsel berharap kolaborasi dalam peningkatan kompetensi guru dan pemanfaatan teknologi pendidikan dapat diperluas ke berbagai daerah lainnya di Sulawesi dan Maluku Utara.
Upaya tersebut diharapkan dapat membuka akses pembelajaran yang lebih berkualitas sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan dan talenta untuk menghadapi tantangan era digital.
(*/in)
