Katabrita – Perpustakaan Wale Sitaro milik Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) terus memperkuat perannya sebagai ujung tombak dalam membangun budaya literasi di daerah.
Melalui berbagai program edukatif, salah satunya kegiatan Bedah Buku MANGUNI Volume 5 dalam rangka memperingati World Book Day 2026, Wale Sitaro hadir sebagai ruang literasi yang tidak hanya menyediakan akses bacaan, tetapi juga menjadi pusat interaksi dan pembelajaran bagi generasi muda.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Renold Asri, menyampaikan bahwa penguatan literasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan Wale Sitaro merupakan bentuk nyata komitmen Bank Indonesia dalam menghadirkan ruang literasi yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya bagi kalangan mahasiswa.
“Wale Sitaro tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga wadah untuk berdiskusi, bertukar ide, dan mengembangkan kapasitas diri,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Utara, Wale Sitaro diharapkan mampu menjadi pusat literasi yang aktif dalam mendorong minat baca sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritis generasi muda.
Selain kegiatan literasi, Wale Sitaro juga menjadi sarana edukasi kebanksentralan, mulai dari pemahaman sistem pembayaran, pelindungan konsumen, hingga kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Dengan pendekatan yang lebih interaktif dan kolaboratif, Bank Indonesia berharap Wale Sitaro dapat terus berkembang sebagai ekosistem literasi yang hidup dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ke depan, sinergi antara Bank Indonesia, perguruan tinggi, dan komunitas diharapkan semakin memperkuat peran Wale Sitaro sebagai pusat literasi unggulan di Sulawesi Utara.
(*/in)
