BSG Siapkan Tiga Strategi Utama Hadapi 2026: Perkuat Tata Kelola hingga Efisiensi Biaya

Katabrita – Bank SulutGo (BSG) memaparkan tiga strategi utama yang akan menjadi fokus pada tahun 2026, yaitu penguatan tata kelola, ekspansi berkualitas, dan efisiensi biaya. Hal ini disampaikan Direktur Utama BSG, Revino Pepah, dalam rapat pembahasan lanjutan KUA–PPAS 2026 bersama Banggar DPRD Sulut dan TAPD Pemprov Sulut.

Revino menegaskan bahwa kondisi BSG saat ini berada dalam posisi stabil, sehingga manajemen memutuskan tidak melakukan ekspansi agresif pada 2026.

“Kondisi kami saat ini stabil, karena itu di tahun 2026 kami tidak akan terlalu ekspansif. Fokus utama kami adalah memperkuat fondasi internal agar BSG tetap sehat dan tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.

Revino menjelaskan bahwa penguatan tata kelola atau good corporate governance menjadi langkah prioritas.

“Penguatan tata kelola menjadi prioritas. Kami ingin memastikan seluruh proses pengawasan, kepatuhan, dan manajemen risiko berjalan lebih ketat dan terukur,” kata Revino.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas BSG, terutama sebagai bank daerah yang memegang peran strategis dalam mendukung pendapatan asli daerah.

BSG tetap akan melakukan ekspansi pada tahun 2026, namun dengan pendekatan selektif dan berbasis kualitas.

“Ekspansi tetap kami lakukan, tetapi hanya pada sektor-sektor yang benar-benar berkualitas. Untuk kredit konsumtif, peluang terbesar ada pada non-PNS karena hampir 80 persen PNS sudah terlayani,” jelasnya.

Menurut Revino, langkah ini dilakukan agar penyaluran kredit tetap terjaga kualitasnya dan tidak menimbulkan risiko pemburukan portofolio.

Manajemen BSG juga menyiapkan strategi efisiensi biaya yang lebih ketat pada tahun mendatang.

“Efisiensi menjadi langkah yang tidak bisa dihindari. Kami ingin setiap rupiah biaya operasional memberikan dampak optimal bagi laba dan dividen untuk daerah,” tutur Revino.

Efisiensi ini diharapkan memperkuat kemampuan BSG dalam mencapai target kinerja sekaligus meningkatkan kontribusi kepada pemerintah daerah dalam bentuk dividen.

BSG sebelumnya telah menetapkan target dividen 2026 sebesar Rp71 miliar. Namun Revino menyatakan optimisme bahwa capaian tersebut bisa lebih tinggi.

“Target dividen Rp71 miliar sangat realistis. Melihat tren kinerja kami, pencapaiannya bahkan bisa melampaui target,” katanya.

Pemaparan strategi ini mendapat perhatian serius dari Banggar DPRD Sulut, yang berharap kinerja BSG dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi optimal bagi pendapatan daerah.

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *