BRI Region 16 Manado Salurkan KUR Rp1,5 Triliun, Dorong UMKM Naik Kelas di Sulawesi

Ekonomi, Ekonomi, Manado, Sulut333 Dilihat

Katabrita – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office (RO) 16 Manado terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Regional Mikro Banking Head BRI RO 16 Manado, Rizky Andhika, mengungkapkan hingga 30 April 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,501 triliun kepada 30.803 debitur.

“Penyaluran KUR ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas,” ujar Rizky saat memaparkan materi kepada awak media di Manado, Senin (11/5) 2026.

Ia menjelaskan, penyaluran tersebut terbagi dalam dua segmen utama, yakni KUR Mikro dengan plafon hingga Rp100 juta yang tersalurkan sebesar Rp1,247 triliun kepada 29.978 debitur, serta KUR Kecil dengan plafon Rp100 juta hingga Rp500 juta sebesar Rp254,36 miliar kepada 825 debitur.

Meski mencatat penyaluran yang signifikan, BRI tetap menghadapi sejumlah tantangan di wilayah operasional Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Sulawesi Tengah. Salah satunya adalah kondisi geografis wilayah kepulauan yang membuat tenaga pemasar harus menempuh jarak jauh dengan akses transportasi yang terbatas.

Selain itu, tingkat penetrasi internet di daerah pelosok yang masih perlu ditingkatkan juga menjadi tantangan dalam memperluas edukasi inklusi keuangan. Berdasarkan data SUSENAS BPS, penetrasi internet saat ini berada di angka 71,11 persen.

Dari sisi kualitas kredit, posisi Non-Performing Loan (NPL) per 31 Maret 2026 tercatat sebesar 5,05 persen untuk KUR Mikro dan 5,09 persen untuk KUR Kecil. Angka tersebut masih berada di atas ambang batas atau threshold sebesar 3 persen.

Namun demikian, BRI terus memperkuat strategi pemberdayaan terpadu guna menjaga keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.

“BRI tidak hanya fokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan dan pendampingan agar usaha nasabah dapat berkembang secara berkelanjutan,” kata Rizky.

Hingga Maret 2026, BRI RO 16 Manado tercatat telah membina 1.501 klaster usaha dengan total 20.597 anggota. Selain itu, enam Rumah BUMN yang dikelola BRI di wilayah tersebut telah menggelar 18 kali pelatihan bagi 270 pelaku UMKM, mulai dari sertifikasi halal hingga penguatan branding produk.

Di sisi digitalisasi, platform LinkUMKM telah digunakan oleh 9.136 pengguna di wilayah Manado untuk mengakses pelatihan daring dan melakukan skoring “UMKM Naik Kelas”.

Tak hanya itu, sebanyak 280 desa juga telah diusulkan dalam program Desa BRILian tahun 2026 untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal, BRI juga memetakan fokus pembiayaan berdasarkan komoditas unggulan di masing-masing wilayah.

Untuk Area Manado, pembiayaan difokuskan pada sektor perikanan, kelautan, dan perkebunan seperti cengkeh, pala, dan kopra. Sementara Area Gorontalo berfokus pada komoditas jagung dan padi sawah, sedangkan Area Palu difokuskan pada sektor perkebunan seperti kopi, kakao, durian, serta padi sawah.

Dengan dukungan jaringan yang kuat melalui 203 unit kerja BRI dan lebih dari 12 ribu Agen BRILink, BRI optimistis mampu membantu UMKM menghadapi tantangan digitalisasi, rantai pasok, hingga peningkatan daya saing usaha.

“Melalui berbagai program pembiayaan dan pemberdayaan, BRI berharap UMKM dapat terus tumbuh dan menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” tutup Rizky.

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *