MANADO – Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Jacklevyn Frits Manuputy melantik Pantitia Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PGI Wilayah dan Sinode Am Gereja (SAG), di Jemaat GMIM El Manibang Malalayang Dua, Minggu (10/05/26).
Rapat koordinasi nasional ini akan dihadiri oleh 30 PGI Wilayah se Indonesia dan Kota Manado sebagai tuan rumah.

Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang yang dilantik sebagai Ketua Panitia Pelaksana dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan.
“Saya bersyukur telah dilantik sebagai ketua panitia. Tugas ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab dan rasa syukur. Semoga kita bisa bekerja bersama dan berdoa bersama untuk pekerjaan Tuhan ini,” ujar Sualang.

Ia juga mengajak seluruh panitia dan jemaat untuk menopang kegiatan ini dengan doa serta kerja bersama agar Rakornas nanti dapat berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi pelayanan gereja di Indonesia.
Sementara, Ketua Umum PGI Jacklevyn Manuputy kepada sejumlah wartawan usai pelantikan mengatakan ada sekitar 30 PGI Wilayah se Indonesia yang akan hadir. rakornas ini adalah kegiatan rutin setiap tahun dimana yang dibicarakan adalah hasil-hasil sidang majelis sinode lengkap PGI pada level wilayah dan dapat di koordinasikan implementasinya pada level jemaat-jemaat.

“Kita bersyukur panitia telah dilantik dan bersedia menjadi tuan rumah. Sulut khususnya Kota Manado dikenal sebagai tuan rumah kegiatan – kegiatan oikumene dan semuanya berjalan dengan baik. Hospitalitasnya sangat luar biasa, keramahannya juga luar biasa dan kita berharap semua peserra yang hadir nanti bukan saja hadir untuk bersidang tetapi menikmati keramatamahan serta kesaksian persekutuan dari Minahasa,” ucap Manuputy.
Perlu diketahui PGIW dan SAG sendiri merupakan perpanjangan tangan PGI di tingkat daerah yang berperan mengkoordinasikan sinode-sinode gereja di berbagai provinsi.

Sebelumnya, Ketua PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, dalam khotbahnya menyampaikan pesan tegas mengenai persatuan gereja. Ia menyinggung teladan Rasul Paulus yang mengingatkan jemaat agar berhenti bertengkar dan bersatu dalam pikiran serta tujuan.
“Gereja itu bukan klub penggemar, bukan tempat memilih idola. Yang celaka adalah ketika pelayan Tuhan terjebak pada personifikasi, favoritisme, lalu membangun idola. Namanya hamba, jangan menjadi idola,” tegasnya.

Pesan ini sontak menjadi pengingat bagi seluruh jemaat dan pelayan gereja untuk menjaga kesatuan dalam pelayanan.
Acara ini juga turut dihadiri sejumlah pemimpin gereja, antara lain:
Pdt. Jacqueline Soan Sumilat, S.Th, Ketua MPH Sinode Am Gereja-gereja Sulut, Tengah, dan Gorontalo (SAG Sulutteng)
Pdt. Eduard Arina, M.Th, Ketua BPMJ GMIM El Manibang, Para panitia serta jemaat dari berbagai denominasi. (adve)
