-KATABRITA.COM-Sejumlah massa mempertanyakan hilangnya barang bukti solar ilegal yang kendaraan babuk raib dihalaman polres Minahasa Tenggara dan dugaan pelepasan pelaku tanpa kejelas.
Gelombang desakan publik kini semakin keras. Warga meminta evaluasi terhadap penanganan kasus tersebut, termasuk meminta pemeriksaan internal terhadap jajaran penegak hukum yang menangani perkara.
“Ini bukan sekadar soal prosedur. Publik ingin transparansi dan kepastian hukum,” ujar salah satu warga dalam aksi tersebut.
Sorotan juga mengarah pada sikap aparat yang dinilai tertutup. Upaya konfirmasi wartawan kepada Kasat Reskrim belum juga berhasil.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Minahasa Tenggara belum memberikan keterangan resmi terkait hilangnya barang bukti maupun dugaan pelepasan terduga pelaku.Tetapi media ini akan terus menunggu untuk membuka ruang klarifikasi kepada pihak Polres Mitra dalam hal ini Kapolres dan Kasatreskrim demi mendapatkan ruang keseimbangan dalam berita ini.
Sikap diam aparat justru memperkuat tanda tanya publik terhadap transparansi penanganan perkara tersebut.
Masyarakat kini mendesak adanya investigasi terbuka agar dugaan mafia BBM subsidi di Mitra tidak berhenti di tengah jalan dan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.
