MANADO – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Manado, Irene Angouw Pinontoan, kembali menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk memperkuat basis data kependudukan dan pelayanan masyarakat.
Pada Kamis (18/06/2026), Ia secara resmi meluncurkan aplikasi Pantau Kendali PAAREDI di Kelurahan Titiwungen Selatan, Kecamatan Sario Kota Manado.
Peluncuran aplikasi ini ditandai dengan peresmian Tugu Pancasila di lokasi tersebut. Selain itu, dalam kunjungan kerjanya, Ibu Irene juga menyempatkan diri melakukan demonstrasi pembuatan kue panekuk bersama warga, sebagai bentuk pendekatan humanis dan pelestarian kuliner lokal.
PAAREDI: Basis Data Real-Time untuk Penanganan Stunting dan Disabilitas
Aplikasi PAAREDI dirancang sebagai instrumen strategis bagi kader PKK dan pemerintah kelurahan dalam memantau kondisi demografi dan kesehatan warga secara real-time.
Lurah Titiwungen Selatan, Alen Ngantung, menjelaskan bahwa aplikasi ini memiliki manfaat signifikan bagi tata kelola pemerintahan tingkat akar rumput. Melalui website atau aplikasi tersebut, petugas dapat mengakses data jumlah penduduk secara keseluruhan, profil anak sekolah, jumlah anak disabilitas, kasus stunting, hingga data lansia.
“Tentunya aplikasi ini sangat bermanfaat untuk masyarakat, khususnya yang ada di Titiwungen Selatan. Dengan data yang akurat dan terkini, intervensi program menjadi lebih tepat sasaran,” ucap Ngantung.
Camat Sario, Jeremi Sampul, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kelurahan Titiwungen Selatan bersama TP-PKK. Ia berharap inovasi ini dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam memperkuat peran kader PKK sebagai mitra pemerintah.
“Kolaborasi antara teknologi dan semangat gotong royong adalah kunci pelayanan publik yang prima. Kami berharap ini menjadi model bagi kelurahan lain,” ujar Sampul.
Kehadiran TP-PKK Kota Manado, jajaran pengurus lingkungan, serta masyarakat setempat menandai komitmen bersama dalam mendorong transformasi digital organisasi kemasyarakatan hingga ke level paling bawah.
Usai menghadiri acara di Kecamatan Sario, Ketua TP-PKK Kota Manado melanjutkan agenda kerjanya dengan menghadiri kegiatan pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di empat lokasi Puskesmas, yakni Puskesmas Wenang, Puskesmas Paniki Bawah, Puskesmas Bengkol, dan Puskesmas Malalayang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius Pemerintah Kota Manado dalam meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya bagi balita dan kelompok rentan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Irene Angouw berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat dan menekankan pentingnya pola makan sehat sejak dini.
“Pemberian makanan tambahan bukan hanya sekadar bantuan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari langkah bersama untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Peran orang tua sangat penting untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik,” ujar Irene.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program kesehatan pemerintah, termasuk upaya pencegahan masalah gizi melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.
Hadir mendampingi dalam kegiatan PMT tersebut antara lain Camat Mapanget Deysie Kalalo, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Sosial Kota Manado Meiske Sekoh, serta staf medis dan dokter dari masing-masing Puskesmas.
Dengan dua agenda utama—peluncuran aplikasi digital dan distribusi PMT—TP-PKK Kota Manado menunjukkan konsistensinya dalam mengintegrasikan teknologi modern dengan pendekatan kesejahteraan keluarga yang holistik. (nny)
