Sampah Kiriman dari Daratan Manado Hanyut ke Pulau Bunaken, Pemerintah Kecamatan Gerak Cepat, Saat ini Pantai Liang Bersih dari Sampah

Manado1009 Dilihat

MANADO – Tumpukan sampah kiriman dari daratan Kota Manado sempat menghiasi pesisir Pantai Liang di Pulau Bunaken. Fenomena tersebut terjadi akibat arus laut dan angin kencang yang membawa sampah-sampah domestik serta plastik dari sungai-sungai di daratan Manado hingga terdampar di kawasan konservasi Taman Nasional Bunaken (TNB).

(foto: IM)

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kecamatan setempat telah bergerak cepat dengan mengoptimalkan pengangkutan sampah-sampah tersebut untuk segera dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Langkah ini diambil guna mencegah dampak negatif terhadap ekosistem laut dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.

(foto: IM)

“Kondisi saat ini Pantai Liang bersih karena ada tiga Petugas THL Penyapu Pantai dari kecamatan tiap hari bersihkan area dekat Dermaga sampe dengan depan Puskesmas Liang,” ucap Camat Bunaken Kepulauan saat dikonfirmasi media ini, Jumat (29/05/26)

Sementara unttuk  pengangkutan sampah di Liang rutin seminggu sekali dan TPS3R di Kelurahan Bunaken terus beraktivitas tiap hari.

(foto: IM)

“Sebenarnya untuk  tugas kita Pemerintah Daerah adalah fokus di lokasi pemukiman dan sudah ditangani dengan baik. Yang jadi masalah adalah Kawasan Konservasi yang merupakan kewenangan Balai Taman Nasional Bunaken ternyata tidak memiliki anggaran yang tertata dalam DIPA BTNB. Jadi siapa yang akan menangani kebersihan di Kawasan yang jadi tanggung jawab Balai TN Bunaken kalau begitu,” terangnya.

“Kami sudah mengerahkan personel untuk membersihkan tumpukan sampah di area Pantai Liang. Sampah-sampah itu sebagian besar adalah plastik, kayu, dan limbah rumah tangga yang hanyut dari daratan,” ujarnya.

Meski upaya pembersihan terus dilakukan secara berkala, kondisi sampah yang menumpuk di area konservasi Pantai Liang masih menjadi perhatian serius.

Sayangnya, hingga saat ini, belum ada kontribusi nyata atau tindakan langsung dari Balai Taman Nasional Bunaken dalam penanganan masalah sampah kiriman ini.

Padahal, sebagai pengelola kawasan konservasi, peran aktif balai sangat diharapkan dalam koordinasi pembersihan dan pencegahan pencemaran lingkungan.

Warga lokal dan pelaku wisata di Pulau Bunaken menyayangkan lambatnya respons dari pihak berwenang terkait.

Mereka mendesak agar ada sinergi antara pemerintah daerah, balai taman nasional, dan masyarakat dalam mengatasi masalah sampah yang bersifat lintas wilayah ini.

“Sampah ini bukan hanya tanggung jawab Pemweintah. Ini hasil kiriman dari darat. Harus ada kerja sama, terutama dari Balai TNB, karena ini menyangkut kawasan konservasi yang dilindungi undang-undang,” kata seorang warga setempat.

Pemerintah Kecamatan berharap ke depan, ada mekanisme tetap dan anggaran khusus yang dialokasikan oleh Balai Taman Nasional Bunaken untuk penanganan sampah kiriman, termasuk edukasi kepada masyarakat daratan agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

Hingga berita ini diturunkan, proses pengangkutan sampah masih terus berlangsung. Warga dan pengunjung dihimbau untuk tetap menjaga kebersihan pantai dan tidak menambah volume sampah di area konservasi. (nny)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *