Walikota Manado Hadiri Kegiatan Bincang Kultural Budaya Bantik Malalayang

MANADO – Wali Kota Manado Andrei Angouw menghadiri kegiatan Bincang Kultural Budaya Bantik Malalayang yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Jumat (12/07/25)

Acara ini bertajuk Festival Seni Budaya Bantik dan Peringatan 76 tahun gugurnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi 5 September 2025.

Hadir dalam acara ini Ketua Lembaga Bantik Pdt. Dr. Max Eduard Tontey M.Teol, Ketua Dewan Lembaga Adat Hendrik Jacob Mamitoho, para Tokoh-Tokoh Bantik Minanga Malalayang, Mayjen TNI Purn. Wanti Waraney Mamahit, Camat Malalayang Yusuf Daud Kopitoy S.H.,M.H, Pegiat Budaya Rinto Taroreh serta para undangan lainnya.

(Foto: ist)

Setelah pembukaan menyanyi Indonesia Raya, menyanyi lagu Banua Bantik, doa pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan upacara Adat Manahumama.

Selanjutnya penyampaian beberapa hal sehubungan dengan sejarah dan adat bantik oleh para pembicara/pemateri.

(Foto: ist)

Pemateri 1, disampaikan oleh Camat Malalayang Yusuf Daud Kopitoy S.H.,M.H tentang “Wilayah Adat Suku Bantik Malalayang”, pemateri 2 oleh Letkol TNI (Purn.) Sonya Mandagie-Gontung S.Sos tentang “Situs Situs Budaya Bantik”, pemateri 3 oleh Drs. Joppij Gontung tentang “Filosofi Anak Suku Bantik: Hinggilridang, Hintakinang, Hintalrunang (3H)”, pemateri 4 oleh Letkol TNI (Purn) Robby Herman Mongisidi tentang “Kepahlawanan Robert Wolter Mongisidi,” pemateri 5 oleh Drs. Herman Pohajouw M.Pd tentang “Kehodupan Sosial Anak Suku Bantik” dan pemateri ke 6 oleh Juvani Mongan tentang “Tradisi Adat Budaya Bantik dalam lingkup Dodio Modern.” Selesai bincang-bincang Budaya diselingi tarian Mahamba.

(Foto: ist)

Wali Kota Andrei Angouw ketika mewakili Pemerintah Kota Manado memberikan sambutan menyampaikan banyak selamat atas terlaksananya acara Budaya Bantik ini.

Selanjutnya walikota menguraikan soal bangsa ini saat didirikan dimana pendiri Bangsa Bung Karno menyampaikan tujuan bangsa seperti soal Trisakti yakni berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dibidang budaya.

Walikota menjelaskan konsep trisakti terutama soal berkepribadian dalam kebudayaan. Bagi walikota hal ini harus di jaga dan rawat. Termasuk Pancasila yang digali dari budaya dan nilai-nilai luhur bangsa.

(Foto: ist)

“Jadi kita harus mendorong agar masyarakat dapat menjaga budaya kita masing-masing. Budaya itu harus mempersatukan, bukan memecah belah,” kata Angouw.

(foto: ist)

Ia berharap lewat kegiatan budaya seperti ini bisa dirawat bahkan budaya-budaya seperti ini harus diturunkan kepada generasi muda dan selanjutnya ke generasi mendatang. “Semoga kegiatan budaya seperti ini memberi manfaat bagi kita semua,” tambah walikota.

(Foto: ist)

Walikota selanjutnya memaparkan sedikit soal sejarah penjajahan Belanda dimana rakyat melakukan perlawanan untuk supaya merdeka termasuk semangat perlawanan yang sudah ditujukkan oleh Wolter Mongisidi ketika melakukan perlawanan kepada penjajah.

(Foto: ist)

“Hal ini karena kita sebagai bangsa petarung seperti sudah ditunjukkan oleh Wolter Mongisidi,” kunci Walikota.

Selesai pemaparan budaya dan sambutan Walikota, acara diselingi foto bersama dan selanjutnya dilaksanakan dialog tanya jawab serta penajaman soal Budaya Bantik.

Selesai dialog dan tanya jawab disampaikan clossing statemen oleh Ketua Umum LPABM Pdt. Dr. Max Eduard Tontey M.Teol dan ucapan terima kasih oleh Sekretaris Panitia Nova Engeline Tangkudung. Acara diakhiri dengan Doa Penutup dan ramah tamah. (adve)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *