Gubernur YSK Turun Langsung Kerja Bakti di Fesbudaton, Siap Sulap Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Minahasa, Pemprov Sulut1558 Dilihat

TONDANO – Sebuah pemandangan yang tidak biasa terlihat di kawasan Pusat Kebudayaan Minahasa (Fesbudaton), Kelurahan Paleloan, Kabupaten Minahasa, pada Jumat (24/7/2026).

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling (YSK), yang awalnya dijadwalkan hanya untuk meninjau kondisi aset pemerintah provinsi, justru turun tangan langsung bergabung dalam aksi kerja bakti bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Tanpa ragu dan tanpa jarak, Gubernur Yulius Selvanus terlihat ikut mengangkat sampah, membersihkan ilalang, serta menata kawasan bersama para pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir di lokasi. Aksi spontan ini memperlihatkan gaya kepemimpinan yang merakyat dan memberi teladan bahwa seorang pemimpin tidak hanya bertugas memberikan arahan, tetapi juga siap bekerja bersama di tengah-tengah jajarannya.

Momentum ini menjadi bentuk keteladanan kepemimpinan yang kuat. Kehadiran kepala daerah yang secara fisik terlibat dalam pekerjaan lapangan merupakan hal yang jarang terjadi dan dinilai sebagai pesan moral yang positif bagi seluruh aparatur pemerintahan.

Bagi Gubernur Yulius Selvanus, menjaga aset pemerintah bukan semata-mata tugas perangkat daerah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintahan.

“Kalau kerja, kerja yang betul. Ini aset kita, ini milik kita, harus kita rawat dengan baik,” tegas Gubernur di sela-sela kegiatan kerja bakti.

Selain melakukan pembersihan, Gubernur juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kawasan Fesbudaton yang selama ini kurang mendapat perhatian optimal dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk melakukan penataan ulang secara serius.

“Saya akan jadikan tempat ini lokasi wisata yang tak kalah menarik dengan Bukit Kasih, Sumaru Endo, dan lokasi wisata lainnya,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.

Langkah konkret Gubernur tersebut sekaligus mengirimkan pesan kepada seluruh jajaran pemerintahan bahwa kepemimpinan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Keteladanan, kepedulian terhadap aset daerah, dan keberanian untuk turun langsung ke lapangan menjadi kunci dalam membangun budaya kerja pemerintahan yang lebih responsif dan berorientasi pada hasil.

Dengan rencana penataan tersebut, kawasan Fesbudaton diharapkan tidak hanya kembali berfungsi sebagai ruang pelestarian kebudayaan Minahasa, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata baru yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar serta memperkuat daya tarik pariwisata di wilayah Minahasa Raya. (*)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *