Bawaslu Gelar Apel Siaga Kampanye, Ardiles Mewoh Instruksikan Jajaran Pengawas Senantiasa Berkoordinasi

Bawaslu, Sulut950 Dilihat

Katabrita – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Apel Siaga Pengawasan Kampanye pada tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara tahun 2024 bersama forkopimda dan seluruh jajaran Bawaslu se-Sulut.

Saat membuka Apel Siaga Kampanye ini, Ketua Bawaslu, Ardiles Mewoh memberikan instruksi kepada jajaran pengawas baik itu di kabupaten/kota sampai di tingkat desa.

Instruksi tersebut untuk mewujudkan Pilkada yang aman, damai dan berintegritas.

Saya juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengawas untuk senantiasa berkoordinasi untuk senantiasa membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan, untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Ketua Bawaslu Sulut dihadapan Forkopimda yang hadir serta jajaran Bawaslu melalui virtual.

Menurut Mewoh, keamanan adalah prioritas utama.

“Pilkada berjalan dan keamanan tetap terjamin sehingga memberikan rasa nyaman bagi seluruh warga masyarakat Sulawesi Utara dalam mengikuti pesta rakyat Pilkada serentak tahun 2004,” ujar Mewoh.

Mewoh juga berpesan agar jajaran pengawas untuk bisa selalu berdiskusi.

“Baik diskusikan kepada seluruh jajaran badan pengawas pemilihan dari tingkat kabupaten, kota, kecamatan dan seluruh kelurahan, desa se Sulawesi Utara untuk terus melakukan edukasi pendidikan politik, sehingga pemilih di Sulawesi Utara menjadi pemilih yang baik, menjadi pemilih yang menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dalam menentukan pilihan-pilihan politik,” harapnya.

Kemudian, Mewoh menghimbau serta mengajak kepada seluruh jajaran pengawas pemilu, kepada seluruh pemangku kepentingan, seluruh Pasangan calon, peserta pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan yang sudah terbangun di Sulawesi Utara.

“Mari kita jaga terus kerukunan meskipun kita memiliki pilihan yang berbeda, Pilkada bukanlah ajang untuk menciptakan perpecahan tetapi adalah wadah untuk menyalurkan aspirasi dengan cara yang baik dengan cara yang santun,” imbau Mewoh yang juga didampingi seluruh jajaran Bawaslu Sulut.

Lanjutnya, amanat Undang-undang Pilkada tentang pemilihan gubernur dan wakil gubernur, walikota dan wakil walikota, bupati dan wakil bupati termasuk tentang prinsip demokrasi, prinsip kedaulatan rakyat, prinsip transparansi dan akuntabel hal ini mengandung makna bahwa setiap proses Pilkada tujuannya adalah dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

“Akhir kata mari kita terus berdoa untuk bangsa ini bangsa Indonesia khususnya Sulawesi Utara agar Pilkada pada 27 November 2004 nanti dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya

 

(in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP