Katabrita – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara menilai investasi masih menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Optimisme ini didukung oleh peningkatan Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi di sektor produktif, serta besarnya peluang investasi asing (PMA) maupun domestik (PMDN).
Kepala Perwakilan BI Sulut, Andry Prasmuko, mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi Sulut sepanjang 2024 tumbuh sebesar 5,39 persen, melampaui capaian nasional 5,03 persen. Salah satu penopang utama pertumbuhan tersebut adalah aktivitas investasi yang terus meningkat.
“Ke depan, peran investasi akan semakin penting dalam menjaga momentum pertumbuhan. Kami mendorong agar peluang investasi dapat dioptimalkan, baik melalui penanaman modal asing maupun dalam negeri,” ujar Andry saat pemaparan Outlook Perekonomian dalam halal bihalal, Kamis (24/4) 2025.
Sejumlah stakeholder juga menyampaikan pandangannya. Kepala Bappeda Sulut, Elvira Katuuk, menegaskan perlunya percepatan realisasi investasi di sektor strategis untuk memperkuat struktur ekonomi daerah. Sementara itu, akademisi Universitas Negeri Manado, Nikolas Fajar, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut, Renold Asri, menambahkan bahwa infrastruktur strategis menjadi daya tarik utama bagi investor. “Sulut memiliki pelabuhan dan bandar udara berskala internasional, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bitung dan Likupang. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk mendukung percepatan investasi,” jelasnya.
Dengan dukungan infrastruktur dan iklim usaha yang kondusif, BI Sulut optimistis akselerasi investasi dapat memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
(*/in)
