Katabrita – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat sosialisasi dan edukasi penggunaan transaksi elektronik, khususnya kepada guru dan pelajar.
“Transaksi elektronik tidak hanya untuk orang dewasa, namun juga bagi pelajar. Karena itu, edukasi sejak dini sangat penting dilakukan,” ujar Deputi Direktur BI Sulut, Darmawan T. B. Hutabarat, di Manado, Jumat (15/8) 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2025, agenda tahunan yang bertujuan mendorong adopsi, literasi, dan optimalisasi penggunaan QRIS di seluruh Indonesia. Tahun ini, PQN mengusung tema “Rayakan Digitalisasi! QRISnya Satu, Menangnya Banyak!” yang sejalan dengan momentum kemerdekaan RI.
Menurut Darmawan, perkembangan transaksi digital di Sulut menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2025, jumlah pengguna QRIS tercatat 503.301 orang atau sekitar 28 persen dari penduduk usia produktif. Sementara merchant yang sudah terdaftar mencapai 332.045 dengan total transaksi lebih dari 27 juta kali senilai Rp3 triliun.
Selain QRIS, kanal pembayaran digital lain seperti BI-FAST, uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit juga mengalami peningkatan. Tren ini didorong oleh adopsi pembayaran digital di berbagai sektor, termasuk program ETPD pemerintah daerah, transportasi, pariwisata, kegiatan sosial-keagamaan, hingga layanan publik.
Meski demikian, BI menilai masih ada tantangan, terutama terkait literasi digital dan keamanan bertransaksi. “Sosialisasi ini menjadi sangat strategis karena masyarakat perlu memahami berbagai kanal pembayaran beserta risikonya,” tambah Darmawan.
(*/in)
