Pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Perkuat Akselerasi Pengembangan Eksyar

Ekonomi, Ekonomi, Sulut1782 Dilihat

Katabrita – Sejalan dengan peningkatan posisi Indonesia sebagai peringkat ketiga setelah Malaysia dannArab Saudi di Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2023, pengembangan EKSyar di Provinsi Sulawesi Utara juga memiliki prospek pertumbuhan yang baik.

Kesadaran terhadap potensi dan prospek produk halal di Sulawesi Utara, diantaranya dapat dilihat pada perkembangan jumlah sertifikasi halal yang diajukan oleh para pelaku UMKM.

Dikatakan Kepala Bank Indonesia, Kpw Sulawesi Utara, Andry Prasmuko pada Tahun 2023, telah diterbitkan total 2.193 sertifikat halal atau meningkat tajam dibandingkan tahun 2021-2022 dengan total 178 sertifikat halal. Adapun data sementara per Maret 2024, sebanyak 75 sertifikat halal telah diterbitkan.

“Dalam mendukung akselerasi sertifikasi halal ini, Bank Indonesia juga turut memfasilitasi dan bersinergi dengan instansi terkait sebagai upaya mendorong pengembangan UMKM (termasuk UMKM Syariah) agar memiliki daya saing melalui perluasan pasar,” kata Andry pada Kamis (4/4) 2024.

Industri jasa keuangan syariah dan dana sosial syariah juga memainkan peran sentral dalam pengembangan EKSyar di Provinsi Sulawesi Utara. Penyaluran pembiayaan di Lembaga

Keuangan Bank Umum Syariah di Sulawesi Utara terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.

“Per Februari 2024, pembiayaan syariah yang disalurkan oleh perbankan di

Sulawesi Utara mencapai Rp1,3 triliun, meningkat 9,62% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, didominasi oleh kredit konsumsi non-UMKM seiring dengan meningkatnya ketertarikan masyarakat pada instrumen keuangan syariah, ” jelasnya.

Adapun Peran BI dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah yakni BusinessMatching, Festival Kuliner Ramadhan, Pelatihan dan Sertifikasi Halal, Demplot dan HalalbValue Chain Ponpes

Dalam rangka mendukung akselerasi pengembangan eksyar, Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk berfokus pada 3 pilar pengembangan, yakni: penguatan ekosistem produk halal, penguatan keuangan syariah, dan penguatan penerapan gaya hidup halal (halal lifestyle).

Menurut Andry, Pengembangan tersebut didukung dengan penyelenggaraan Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF) yang merupakan kegiatan tahunan berskala internasional yang diinisiasi oleh Bank Indonesia sejak tahun 2014.

Penyelenggaraan ISEF didahului dengan kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di level regional yaitu Jawa, Sumatera, dan Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Kantor Perwakilan Bank Indonesia selaku co-host FESyar KTI melaksanakan Road to FESyardengan bergabung dalam kegiatan Festival Ramadhan yang dilaksanakan sejak 11 Maret s.d 5 April 2024.

Bank Indonesia Bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Perbankan, UMKM, Pondok Pesantren, dan stakeholders terkait lainnya, pelaksanaan Festival Ramadhan dilaksanakan melalui berbaga ikegiatan yaitu:

a. Business Matching Pembiayaan UMKM Bekerja sama dengan Perbankan di Provinsi Sulut bersama (BNI, BRI, Mandiri, BSI, dan BSG) dan diikuti oleh 70 UMKM yang potensial untuk dibiayai.

b. Festival Kuliner Ramadhan pada 11 Maret – 5 April 2024 Berupa showcasing 24 UMKM halal binaan yang merupakan kerjasama BI dengan BNI dan BRI, serta fasilitasi sertifikasi halal bekerja sama dengan Halal Center Univeritas Sam Ratulangi.

c. Sertifikasi Halal Rumah Potong Hewan Bailang Bekerja sama dengan Pemerintah Kota Manado.Termasuk pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) terhadap 10 orang Juru Sembelih Halal (Juleha) di Rumah Potong Hewan (RPH) Manado dan RPH Kotamobagu untuk memastikan tersedianya daging halal melalui proses penyembelihan dan penanganan daging secara halal.

d. Sinergi Pembentukan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Bersama dengan Lembaga Pendidikan Islam – Pesantren Karya Pembangunan (LPI-PKP) Manado, adapun pengurus pondok pesantren juga merupakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Holding Bisnis Pesantren (Hebitren) Provinsi Sulawesi Utara.

e. Sinergi Pembentukan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) Jangkar Sandar Bersama dengan KDEKS, Pengelola Kawasan Megamas, BNI, Dinas Kesehatan Manado, dan Halal Center Unsrat melalui stikerisasi Aman dan Sehat, serta Sertifikasi Halal UMKM untuk menginisiasi terbentuknya zona KHAS di kawasan pertokoan Megamas.

f. Pilot Project Demplot Pertanian Pesantren Bekerja sama dengan Petani Unggulan BI (PUBI) memfasilitasi pilot project demonstration plot (demplot) pertanian cabai kepada Ponpes Hidayatullah Ibolian Bolaang Mongondow dan Ponpes Al Luthfi Lolanan – Bolaang Mongondow untuk mendukung kemandirian Ponpes.

g. Pengembangan Halal Value Chain (HVC) Ponpes Mendukung hilirisasi produk hasil demplot pertanian di ponpes Darul Istiqamah –Manado dan Ponpes Hidayatullah – Bitung berupa pengolahan rica menjadi sambal.

h. Kompetisi Syariah, Pemecahan Rekor MURI, dan Konser Penutupan Serangkaian kegiatan dilakukan untuk menyemarakkan Festival Ramadhan 2024 melalui singing competition, lomba reels, lomba pendamping Proses Produk Halal(PPH), serta lomba booth Festival Kuliner Ramadhan dengan penjualan QRISterbanyak untuk mendorong transaksi non tunai di Sulawesi Utara.

Selain itu, dalam festival ramadhan juga dibagikan sajian buka puasa kepada masyarakat umumsekaligus dirangkaikan dengan pencatatan rekor MURI ”Sajian Mie Cakalang Terbanyak”sebanyak 2.024 porsi mie cakalang.

Upaya mendorong EKSyar di Sulut dapat terwujud melalui peningkatan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah Sulawesi Utara.

Sampai dengan saat ini tingkat literasi keuangan syariah Sulawesi Utara masih sebesar 3,12%, lebih rendah dari nasional sebesar 8,14%. Sementara itu, tingkat inklusi keuangan syariah Sulawesi Utara sebesar 3,38%, juga masih lebih rendah dari nasional yang sebesar 12,12%.

“Oleh karena itu, BI bersama Pemerintah Daerah dan instansi terkait lainnya harus terus berupaya meningkatkan edukasi dan sosialisasi terkait EKSyar kepada masyarakat di Sulawesi Utara,” imbuh Andry.

Lanjut Andry, Dukungan Bank Indonesia Sulut dalam mendorong pengembangan EKSyar tentu tidak dapat berjalan optimal tanpa bantuan dan kerjasama yang baik dari pemerintah daerah dan dinas/intansi terkait.

“Untuk itu, kami mengharapkan kiranya pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Sulawesi Utara yang akan dikukuhkan pada hari ini, dapat memperkuat pondasi dan sinergi kita bersama dalam mengakselerasi pengembangan EKSyar di Provinsi Sulawesi Utara, sehingga pada akhirnya dapat turut mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi Sulut yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

(*in)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP