TOMOHON – Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Tomohon Adrian Boy Ngenget mengatakan ada tiga masalah utama di Kota Tomohon terkait pelayanan air bersih yang perlu diperbaiki.
Pertama produksi air yang masih berkurang, yang kedua perlu adanya revitalisasi pipa karena sudah berusia tua yang menyebabkan tingkat kebocoran air 40-50 persen artinya air itu terbuang percuma.
“Ketiga masalah pompa karena ada yang sudah berusia tua dan perlu adanya peremajaan atau pergantian,” kata Ngenget saat konferensi pers dengan Wartawan Biro Tomohon di Kantor Walikota, Jumat (18/10/24).
Lanjut Ngenget, tentu saja dari tiga masalah ini PDAM Kota Tomohon berupaya untuk menyelesaikannya.
Lagi menurut Ngenget, untuk masalah produksi air PDAM Kota Tomohon sudah mengajukan proposal langsung ke Kementrian PUPR melalui Direktorat Sumber Daya Air.
“Dan kita boleh bersyukur tahun ini ada dua proposal kami yang disetujui yaitu optimalisasi SPAM Melingkar hilirisasi kurang lebih 6 Miliar dan kalau tidak ada masalah bulan depan akan diserah-terimakan. Pengerjaannya sudah hampir selesai dan itu akan membantu mengcover pelayanan air bersih di Tomohon Utara, Tengah dan Selatan sebagian juga Tomohon Timur Paslaten,” terangnya.
Lagi kata Ngenget, ada juga yang sudah disetujui, saat ini sementara dalam pengerjaan yaitu pembangunan SPAM Makalisung terletak diantara Kayawu dan Taratara anggarannya Rp 10,8 Miliar dan itu akan mengcover pelayanan di Tomohon Barat, (Perkantoran dan Perumahan) dan sebagian Tomohon Selatan.
Masih menurut Ngenget, ada juga yang sudah disetujui tapi nanti di anggarkan tahun 2025 yaitu pembangunan SPAM Tomohon Selatan dan akan mengcover pelayanan untuk Tomohon Selatan khususnya.
“Kami juga mengajukan proposal untuk pembangunan pengeboran air maupun sumber sumber mata air yang tadi debit airnya kecil. Kami mengajukan proposal untuk pengadaan pompa dan solar cell serta pipa transmisi, nah ini diusulkan untuk mengcover atau menjadi cadangan apabila dikemudian hari sumber mata air yang ada airnya berkurang karena panas yang berkepanjangan,” pungkasnya.
Lanjut, Itu diajukan proposal ke Kementerian PUPR dalam hal ini Balai Wilayah Sungai dan akan diteruskan ke Direktorat Sumber Daya Air.
“Saat ini perlu juga diinformasikan ke masyarakat calon pelanggan bahwa beberapa bulan lalu ada proyek, namanya Inpres Nomor 1 Tahun 2024 yaitu penasaran gratis dan pembangunan pipa distribusi dan seharusnya dialokasikan tahun 2024 ini tetapi untuk Kota Tomohon dan beberapa daerah lain masuk di tahap kedua, jadi dipending tahun depan.
“Anggarannya 21,3 Miliar yang kita ajukan dan sudah disetujui, sebetulnya, dari 15 kan/kota di Sulut hanya Tomohon dan Manado yang lolos,” terangnya. (denny)







