Katabrita – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, Perum Bulog Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo), serta Satgas Pangan Provinsi Sulut menggelar Sinergi Pasar Murah 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Bank Indonesia ke-73.
Kegiatan yang berlangsung di Manado, Selasa (21/7/2026), dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto. Acara turut dihadiri Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Jemmy Ringkuangan yang mewakili Gubernur Sulut, Wali Kota Manado Andrei Angouw, Pemimpin Wilayah Perum Bulog SulutGo Ermin Tora, Kepala BPS Sulut Watekhi, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah dan unsur Satgas Pangan.
Dalam sambutannya, Joko Supratikto mengungkapkan bahwa inflasi Sulawesi Utara pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,12 persen (month to month) atau 4,48 persen secara year to date, melampaui rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen.
Menurutnya, kenaikan harga pada Juni dipicu oleh meningkatnya harga cabai rawit, bawang merah, dan beras akibat gangguan pasokan dan distribusi. Karena itu, pengendalian inflasi menjadi penting agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
“Sinergi Pasar Murah merupakan salah satu instrumen jangka pendek untuk memperkuat keterjangkauan harga melalui penyediaan berbagai komoditas pangan strategis dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Joko.
Ia menegaskan, kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, Bulog, dan Satgas Pangan menjadi bukti bahwa pengendalian inflasi memerlukan orkestrasi kebijakan yang menyeluruh.
Sementara itu, Asisten II Setdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Sinergi Pasar Murah menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah bersama Bank Indonesia dalam memastikan masyarakat memperoleh akses pangan dengan harga yang terjangkau.
Jemmy berharap sinergi yang telah terbangun tidak hanya berhenti pada pelaksanaan pasar murah, tetapi juga terus diperkuat dalam berbagai program yang memberi manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat berbagai langkah strategis, antara lain menjaga stabilitas inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), memperluas digitalisasi sistem pembayaran, mendorong daya saing UMKM, memastikan ketersediaan uang layak edar terutama di wilayah kepulauan, serta mendukung pengembangan sektor-sektor unggulan Sulawesi Utara.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula seremoni pembukaan melalui transaksi QRIS senilai Rp73 sebagai simbol HUT ke-73 Bank Indonesia. Masyarakat yang melakukan transaksi menggunakan QRIS senilai Rp73 memperoleh voucher potongan harga sebesar Rp5.000 untuk berbelanja di pasar murah.
Selain pasar murah, kegiatan juga menghadirkan layanan penukaran uang melalui Kas Keliling serta edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah.
Berbagai kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya 1,5 ton beras, cabai rawit, cabai merah keriting, tomat, bawang merah, bawang putih, gula, minyak goreng, telur ayam, ayam, semangka, melon, serta aneka sayuran. Hingga kegiatan berakhir, tercatat 760 voucher telah dimanfaatkan masyarakat.
(*/in)
