Katabrita – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan dengan melibatkan generasi muda di sektor pertanian. Salah satunya melalui program Petani Unggulan Sulut (PATUA), yang kini telah memasuki angkatan keenam.
Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto mengatakan program PATUA dirancang untuk mencetak petani muda dengan keterampilan modern dan daya saing tinggi. “Kami ingin membentuk mindset baru di kalangan petani Sulut, agar mereka tidak hanya bertahan tetapi juga unggul dalam pengelolaan lahan secara produktif,” ujarnya saat kegiatan panen cabai di Desa Taraitak, Senin (28/7) 2025.
PATUA memberikan pelatihan, pendampingan, serta akses pembiayaan kepada petani. Program ini fokus pada penguatan tiga pilar utama, yaitu kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, dan dukungan permodalan. Dengan begitu, petani dapat menerapkan praktik pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Joko menegaskan, hadirnya petani milenial menjadi bagian dari strategi jangka panjang BI dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan inflasi. “Generasi muda adalah motor penggerak pertanian modern. Mereka punya inovasi dan semangat tinggi untuk membawa perubahan,” katanya.
(*/in)







