Cabai Jadi Penyumbang Inflasi Sulut, BI Dorong Penguatan Petani Lokal

Ekonomi, Ekonomi1273 Dilihat

Katabrita – Cabai kembali menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi di Sulawesi Utara. Data Bank Indonesia (BI) mencatat, pada Juni 2025 secara tahunan, cabai rawit memberi andil inflasi sebesar 0,71 persen dan cabai merah keriting sebesar 0,11 persen.

Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto menyebut kenaikan harga cabai perlu diantisipasi karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat. “Cabai adalah salah satu komoditas pangan strategis yang sangat sensitif terhadap inflasi. Karena itu pengendalian pasokan menjadi kunci,” ujarnya dalam kegiatan panen cabai di Minahasa, Senin (28/7) 2025.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan, BI Sulut memperkuat ketersediaan pasokan melalui dukungan kepada petani lokal. Salah satu langkah nyata adalah program Petani Unggulan Sulut (PATUA) yang bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing petani dengan metode modern.

“Program ini diharapkan bisa mencetak petani yang tangguh, berdaya saing, dan mampu menjaga stabilitas pasokan pangan,” tambah Joko.

BI menilai keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam pertanian modern yang berkelanjutan, sekaligus solusi jangka panjang untuk menekan inflasi daerah.

 

 

(*/in)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP