Katabrita – Upaya transisi energi bukan hanya berlangsung di sektor industri dan transportasi publik. Melalui layanan onshore electric connection di Dermaga Koarmada II Surabaya, PLN kini turut mendorong lahirnya operasional militer yang lebih bersih, efisien, dan rendah emisi.
Layanan listrik khusus untuk kapal perang TNI Angkatan Laut ini menggantikan peran genset berbahan bakar solar yang selama ini menjadi sumber energi utama saat KRI bersandar di dermaga. Dengan beralih ke listrik PLN, emisi gas buang dapat ditekan signifikan, sejalan dengan komitmen pemerintah menuju Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut langkah ini sebagai lompatan besar dalam ekosistem energi hijau di sektor pertahanan. Menurutnya, transisi energi tidak boleh berhenti di sektor komersial saja, tetapi harus menjadi gerakan nasional yang merambah ke seluruh sektor strategis, termasuk militer.
“Pemanfaatan listrik PLN untuk operasional kapal perang adalah wujud nyata bahwa transisi energi sudah menjadi agenda bersama seluruh elemen bangsa. Sektor pertahanan pun bergerak menuju operasional yang lebih bersih dan efisien,” tegas Darmawan.
Keuntungan lingkungan dari penggunaan listrik PLN sangat jelas. Ketika kapal perang menggunakan genset berbahan bakar minyak, polusi udara dan suara tidak dapat dihindari. Suara deru mesin menjadi bagian dari aktivitas dermaga. Namun kini, suasana menjadi lebih hening, bebas polusi, dan lebih ramah lingkungan.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menambahkan bahwa pemanfaatan energi listrik mampu mengurangi penggunaan solar hingga 56%. Pengurangan ini bukan hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga penurunan emisi karbon dalam jumlah besar.
“TNI AL kini memiliki opsi energi yang jauh lebih bersih saat kapal bersandar. Ini memberikan dampak lingkungan yang signifikan dan menjadi langkah penting menuju sektor pertahanan yang lebih hijau,” kata Adi.
Langkah ini juga selaras dengan upaya global di sektor maritim, di mana elektrifikasi pelabuhan menjadi standar baru untuk mengurangi polusi udara dan kebisingan. Dengan demikian, kehadiran listrik PLN tidak hanya mendukung kesiapsiagaan armada, tetapi juga meletakkan pondasi bagi pangkalan militer yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Eko Sunarjanto, menyambut positif implementasi energi bersih ini. Baginya, kolaborasi dengan PLN bukan hanya solusi operasional, tetapi wujud kepedulian bersama terhadap lingkungan.
“Transisi energi adalah tuntutan global. Kolaborasi ini membuktikan bahwa TNI AL dan PLN sejalan dalam menjaga laut dan lingkungan,” ucapnya.
Kerja sama ini diproyeksikan menjadi awal penerapan green naval base di masa mendatang. PLN memastikan siap memperluas layanan ke pangkalan dan dermaga lain, sehingga sektor pertahanan Indonesia tidak hanya kuat, tetapi juga berkelanjutan.
(*/in)







