PLN Hadirkan Solusi Hemat 56 Persen untuk Operasional Kapal Perang

Ekonomi, Ekonomi1746 Dilihat

Katabrita – Penggunaan listrik PLN untuk mendukung operasional kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL) saat bersandar di Dermaga Koarmada II Surabaya memberikan dampak langsung pada penghematan anggaran negara. Layanan onshore electric connection ini terbukti mampu memangkas biaya operasional hingga 56% dibandingkan penggunaan genset berbahan bakar minyak.

Angka penghematan tersebut menjadi temuan penting yang menunjukkan bahwa elektrifikasi sektor pertahanan bukan hanya mendukung modernisasi dan pengurangan emisi, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam optimalisasi belanja negara.

Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Eko Sunarjanto, menegaskan bahwa efisiensi ini sangat berarti dalam operasional armada. Penggunaan genset membutuhkan pasokan solar yang besar dan perawatan mesin berkala, yang semuanya menyedot biaya tidak sedikit.

“Pemanfaatan jaringan listrik PLN untuk KRI yang bersandar merupakan langkah tepat untuk efisiensi dan penghematan anggaran negara. Dibandingkan penggunaan bahan bakar genset, layanan listrik ini memberikan penghematan signifikan,” ujar Eko.

Perhitungan menunjukkan bahwa kapal perang modern seperti KRI Brawijaya-320 membutuhkan suplai daya besar hingga 1.500 kW. Ketika kebutuhan tersebut dipenuhi oleh genset, konsumsi BBM melonjak dan biaya operasional harian menjadi tinggi. Namun dengan aliran listrik PLN, biaya energi dapat ditekan lebih dari separuhnya.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan bahwa efisiensi 56% tersebut merupakan hasil dari penggunaan listrik PLN yang lebih stabil dan tidak memerlukan pasokan logistik tambahan seperti BBM maupun oli genset.

“Penggunaan listrik PLN mengurangi penggunaan solar dan biaya perawatan genset secara drastis. Dampak efisiensinya langsung terasa, terutama bagi kapal perang yang membutuhkan energi besar,” kata Adi.

Selain efisiensi biaya, penggunaan listrik PLN juga mengurangi beban logistik. Kapal perang tidak lagi harus menyiapkan solar, memindahkan bahan bakar, atau memastikan kesiapan genset di setiap kedatangan ke dermaga. Semua digantikan oleh suplai listrik yang stabil dan aman dari PLN.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa efisiensi ini menunjukkan peran PLN dalam mendukung tata kelola anggaran negara yang lebih baik melalui inovasi energi.

“Penghematan 56% ini menjadi bukti bahwa kolaborasi negara dalam menyediakan energi yang lebih efisien dapat memberikan manfaat besar bagi keuangan negara. PLN siap memperluas layanan ini ke pangkalan lainnya agar dampak efisiensi makin luas,” ujar Darmawan.

Kerja sama ini dipandang sebagai model baru dalam pengelolaan energi sektor pertahanan yang lebih hemat, modern, dan berkelanjutan. PLN menegaskan bahwa layanan serupa siap dikembangkan di wilayah lain sesuai kebutuhan TNI AL.

 

(*/in)

 

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP