Katabrita – Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Laut terus berlangsung, ditandai dengan hadirnya kapal frigate terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-320, di jajaran Koarmada II. Untuk mengoperasikan kapal perang generasi terbaru tersebut, dibutuhkan dukungan energi yang tidak hanya kuat, tetapi juga stabil dan memiliki spesifikasi teknis khusus. Di sinilah PLN memainkan peran strategis sebagai penyedia infrastruktur energi modern bagi armada laut Indonesia.
Layanan onshore electric connection dari PLN memberikan suplai listrik langsung dari jaringan ke kapal perang, menggantikan peran genset yang selama ini menjadi sumber energi saat kapal bersandar. Kapal modern seperti KRI Brawijaya-320 membutuhkan daya besar mencapai 1.500 kW dengan tegangan 690 Volt dan frekuensi 60 Hz—spesifikasi yang jauh di atas standar kelistrikan umum.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan bahwa PLN telah menyiapkan layanan listrik khusus untuk memenuhi kebutuhan teknis tersebut. Menurutnya, kelistrikan kapal perang tidak bisa diperlakukan sama dengan pelanggan biasa.
“Kapal generasi baru ini punya kebutuhan listrik unik. PLN melakukan penyesuaian khusus agar suplai energi memenuhi standar teknis kapal perang, baik dari sisi kekuatan daya maupun stabilitas frekuensi. Ini menjadi bagian penting dari dukungan PLN terhadap modernisasi pertahanan,” ujar Adi.
PLN memasang infrastruktur kelistrikan khusus yang memungkinkan kapal modern mematikan mesin dan sistem genset selama bersandar di dermaga. Dengan begitu, awak kapal dapat menjalankan proses perawatan, pengisian peralatan, dan operasi pendukung lainnya tanpa mengandalkan bahan bakar minyak.
Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Eko Sunarjanto, menyampaikan bahwa kehadiran listrik PLN sangat mendukung kesiapan tempur kapal-kapal terbaru Koarmada II.
“Kapal-kapal modern ini membutuhkan energi besar dan stabil. Kehadiran PLN di dermaga menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pendukung agar kapal siap bergerak kapan saja,” katanya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menilai sinergi dengan TNI AL sebagai tonggak penting dalam memperluas peran PLN di sektor strategis negara.
“Dengan mendukung kapal perang generasi terbaru, PLN menunjukkan bahwa kami siap memberikan layanan energi berstandar tinggi untuk mendukung alutsista modern Indonesia. Ini menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam memperkuat kemandirian pertahanan,” ucap Darmawan.
Kerja sama ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga membuka jalan kolaborasi jangka panjang. Dengan rencana penambahan kapal sekelas KRI Brawijaya-320 dalam waktu dekat, peran PLN sebagai penyedia energi modern di dermaga militer akan semakin krusial.
PLN memastikan kesiapan memperluas layanan ke pangkalan-pangkalan lain seiring semakin majunya teknologi kapal perang Indonesia.
(*/in)






