PLN Masuki Era Baru: Elektrifikasi Dermaga Jadi Peluang Bisnis Strategis di Sektor Maritim

Ekonomi, Ekonomi915 Dilihat

Katabrita – Penerapan layanan onshore electric connection untuk kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL) di Dermaga Koarmada II Surabaya bukan hanya menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap sektor pertahanan. Lebih dari itu, langkah ini menandai masuknya PLN ke pasar baru yang sangat potensial: elektrifikasi maritim.

Selama ini, mayoritas kapal baik kapal perang, kapal niaga, kapal penumpang, hingga kapal logistik mengandalkan genset berbahan bakar minyak saat bersandar di pelabuhan. Kondisi ini menyebabkan konsumsi energi tinggi, polusi udara, kebisingan, serta biaya operasional besar bagi operator kapal. Dengan menghadirkan suplai listrik langsung dari jaringan PLN, seluruh aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan lebih efisien dan ramah lingkungan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menilai layanan perdana untuk TNI AL ini sebagai pintu masuk bagi PLN untuk memperluas bisnis ke sektor maritim nasional yang jumlah kapalnya mencapai puluhan ribu unit.

“Kerja sama dengan TNI AL ini menjadi bukti bahwa PLN mampu menyediakan layanan listrik khusus untuk kapal. Ke depan, layanan ini bisa dikembangkan untuk pelabuhan komersial, kapal niaga, hingga industri logistik. Ini peluang besar yang akan memperluas bisnis PLN,” ujarnya.

Menurut Darmawan, elektrifikasi pelabuhan merupakan tren global yang didorong oleh kebutuhan pengurangan emisi dan efisiensi operasional. Di banyak negara, onshore power supply (OPS) bahkan menjadi standar internasional untuk pelabuhan modern. Dengan keberhasilan proyek ini, PLN menegaskan bahwa Indonesia tidak tertinggal dalam pengembangan ekosistem green port.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengungkapkan bahwa PLN memiliki kapasitas dan teknologi untuk memperluas layanan OPS ke berbagai pelabuhan di Indonesia.

“Kalau hari ini kami melayani kapal perang, besok kami siap melayani kapal komersial. PLN punya kemampuan teknis dan jaringan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mulai dari tegangan tinggi hingga tegangan khusus seperti 690 Volt untuk kapal besar,” kata Adi.

Peluang ini dinilai sangat besar karena Indonesia memiliki lebih dari 2.000 pelabuhan dan terminal laut, baik komersial maupun industri. Elektrifikasi maritim dapat menjadi pasar energi baru yang berkelanjutan bagi PLN, sejalan dengan visi perusahaan menjadi penyedia solusi energi modern dan rendah emisi.

Selain peluang bisnis, elektrifikasi pelabuhan juga mendukung transisi energi nasional dan meningkatkan daya saing logistik Indonesia. Kapal yang menggunakan listrik PLN saat bersandar akan mengurangi polusi udara, menekan emisi karbon, dan menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih nyaman dan bersih.

Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Eko Sunarjanto, menyebutkan bahwa kerja sama dengan PLN ini menjadi contoh keberhasilan yang dapat direplikasi di banyak pelabuhan lain.

“Dampaknya terasa langsung: efisien, bersih, dan mengurangi beban logistik. Model kerja sama seperti ini berpotensi diterapkan lebih luas, bukan hanya di pangkalan militer,” ujarnya.

Dengan keberhasilan implementasi OPS di Koarmada II, PLN kini berada di titik awal transformasi besar menuju penyedia energi untuk sektor maritim nasional. Perusahaan memastikan siap memperluas infrastruktur listrik dermaga sesuai permintaan sektor pelayaran dan logistik di seluruh Indonesia.

 

(*/in)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP